Anak Anggota DPRD yang Bawa Sabu-sabu Siap Menghadap Hakim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Anak Anggota DPRD yang Bawa Sabu-sabu Siap Menghadap Hakim

Berkas kasus narkoba Anak anggota DPRD Tarakan ini siap diserahkan ke Kejaksaan

FAJAR.CO.ID, TARAKAN –Proses penyidikan kasus narkoba yang melibatkan anak anggota DPRD Kota Tarakan bernama Alfian akhirnya rampung. Penyidik Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Tarakan pun siap melimpahkan kasus itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan untuk diproses.

Alfian diketahui ditangkap di Jalan Aki Balak, Jumat 07 Oktober 2016 lalu, sekira Pukul 14.30 Wita tak jauh dari bengkel dimana Alfian bekerja. Tidak hanya Alfian yang ditangkap, dua rekannya juga ditangkap. Namun dalam kasus ini, dua rekannya hanya dilakukan rehabilitasi karena tidak terbukti memiliki barang bukti sabu-sabu.  Barag bukti sabu yang didapatkan dari tangan Alfian seberat 1,34 gram.

Hampir dua bulan penyidik Sat Reskoba merampungkan proses penyidikan sebelum dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) yang menangani kasus anak DPRD tersebut.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Michael Hance Royce Supit SIk melalui Kasat Reskoba Polres Tarakan, Ipda Bahrul Ulum kepada Kaltara Pos mengatakan, tahap satu sudah selesai dilakukan. Begitu pun dengan tahap dua, juga sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa.

“Tinggal kita menunggu diserahkan kepada jaksa, tersangka dan barang buktinya ini, penyidikan sudah selesai,” ungkapnya Rabu lalu (4/1) di ruang kerjanya.

Ditegaskan Bahrul Ulum, tersangka Alfian disangkacmelanggar pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara itu, terdapat juga uang sebanyak Rp 20 juta yang turut diamankan anggota kepolisian saat penggrebekan dirumah anggota DPRD saat itu.

“Dugaan uang itu hasil penjualan, pengadilan yang membuktikan itu hasil jualan atau bukan, sementara ini dititipkan di rutan karena di Lapas  penuh,” terangnya.

Penjelasan pasal yang sementara dikenakan kepada Alfian, pasal 114 ayat (1) ancaman pidana paling singkat 4 Tahun paling lama 20 tahun, dengan denda Rp 1 Milyar paling sedikit  dan paling banyak Rp 10 M, sedangkan untuk pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun, denda Rp 800 juta, Maksimum Rp 8 miliar.

Ditambahkan Bahrul Ulum, selama proses penyidikan tidak ditemukan kendala. Proses penyidikan berjalan lancar. Sekalipun ada petunjuk yang diberikan dari kejaksaan segera dilengkapi.

“Kalau sudah dilimpahkan tersangka dan barang buktinya, artinya itu menjadi kewenangan pihak kejaksaan nantinya, kita menunggu saja diserahkan,” tutupnya. (ar)

loading...
Click to comment
To Top