Angin Kencang Hantam Perumahan, Kuburan Ikut Porak-poranda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Angin Kencang Hantam Perumahan, Kuburan Ikut Porak-poranda

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA-  Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Samarinda dini hari kemarin (7/1), membuat beberapa kawasan dan bangunan porak poranda. Bahkan di beberapa titik, aliran listrik dari PLN dipadamkan.

Kondisi terparah akibat terpaan angin tersebut adalah bangunan toko elektronik milik Rudi di Jalan KH Usman Ibrahim (Eks Jalan Rajawali), Samarinda Ilir. Kencangnya tiupan angin dini hari itu, membuat atap toko yang berlantai dua tersebut terangkat.

Suara keras sempat terdengar. Beberapa kayu penahan atap juga patah. Selanjutnya kayu dan seng tersebut berhamburan ke arah depan atap toko lalu membentur gardu induk PLN yang ada di dekatnya. Untung saja benturan keras itu tidak menyebabkan kerusakan pada gardu induk milik PLN tersebut.

Rudi dan keluarganya yang juga tinggal di dalam toko baru menyadari kondisi atap toko sekaligus tempat tinggalnya sudah porak poranda, saat pagi harinya.

“Sekitar pukul 02.00 Wita saya sempat mendengar suara dentuman keras. Tapi karena kondisi hujan dan listrik juga padam, saya tidak berani keluar rumah,” ujar Rudi kepada Sapos, pukul 08.00 Wita Sabtu (7/1).

Warga sekitar juga sempat mendengar suara benturan seperti benda yang terlempar saat itu. Namun sama seperti halnya Rudi, warga tak berani keluar rumah, dikarenakan cuaca yang sangat ekstrem saat itu.

“Terdengar sampai di dalam rumah saya suara seperti dentuman. Karena cuaca gelap dan hujan yang sangat deras, saya tidak berani keluar,” kata Solikhin, tetangga Rudi.

Kondisi serupa juga terjadi di Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Jalan Juanda. Namun bukan atap yang terbang. Melainkan sebuah tower pemancar milik Kecamatan Samarinda Ulu ambruk.

Salah satu patahan tower setinggi 15 meter itu mengenai atap SMAN 5 yang berada di samping kantor camat. Beruntung tidak ada korban jiwa. Sedangkan proses belajar mengajar siswa tetap berjalan seperti biasa.

Peristiwa lainnya akibat cuaca ekstrem, adalah tumbangnya pohon besar di salah satu rumah warga di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Gang Budiman, Sungai Dama. Tumbangnya pohon nangka itu mengenai dinding dan atap rumah milik Qoim. Akibatnya dinding kiri rumah Qoim jebol dan atapnya rusak.

Titik terkahir yang terkena imbas cuaca ekstrem adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuburan Muslimin di Jalan Pelita II, Sambutan. Hujan yang mengguyur membuat tanah di sekitar pemakaman yang rata-rata posisinya di lereng, longsor tergerus air hujan.

Dari pantausan Sapos, beberapa batu nisan yang terbuat dari batu marmer pecah. Sedangkan nisan yang terbuat dari kayu patah. Beberapa nisan tersbut  bahkan ada yang  bergeser dari tempat semula akibat tergerus air bercampur lumpur pada subuh dini hari itu.

Warga yang berdatangan ke TPU langsung melakukan pengecekan terhadap makam keluarga mereka masing-masing. Warga khawatir makam sanak keluarga terbongkar.

“Saya datang setelah dikabari keluarga yang tinggal tak jauh dari TPU ini. Untung saja kuburan keluarga saya tidak apa-apa,” ucap Yudi kepada Sapos.

Sementara itu, warga lainnya nampak sibuk membersihkan sisa-sisa longsor yang mengenai makam keluarga mereka dengan peralatan seadanya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda, Sutrisno mengatakan, kondisi seperti ini akan terus melanda Kota Samarinda hingga beberapa hari ke depan.

”Musim penghujan disertai lanina dengan intensitas rendah diprediksi terjadi sampai akhir Februari. Sedangkan untuk puncak curah hujan ada di bulan Januari dan Mei,” kata Sutrisno.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Sebab musin penghujan akan terus terjadi  pada Januari ini.

“Warga yang tinggal di daerah rawan genangan tetap waspada akan potensi curah hujan ekstrem. Untuk warga yang tinggal di lereng gunung waspada terhadap potensi longsor. Sedangkan untuk warga yang beraktifitas di luar rumah, hendaknya jangan berlindung di bawah pohon rindang terlebih pohon besar yang sudah tua ketika hujan,” kata Sutrisno.

Dari pantauan Sapos, di empat titik tersebut tidak ada korban jiwa. Telah dilakukan upaya perbaikan oleh warga dan pemilik bangunan. (kis/nha)

Click to comment
To Top