Astaga! Anggota DPRD Ditemukan Tergantung Sudah Meninggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Astaga! Anggota DPRD Ditemukan Tergantung Sudah Meninggal

ilustrasi

FAJAR.CO.ID- Sandi Pratama Putra, anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi NasDem, ditemukan tak bernyawa di sebuah gudang, Minggu (8/1) sekitar pukul 09.30.

Pria kelahiran Mei 1988 itu diduga kuat meninggal akibat bunuh diri. Tubuh tak bernyawa Sandi lantas dievakuasi dari dalam sebuah gudang tempat produksi keripik kentang merek Istana, Jalan Raya Tlekung, Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, milik almarhum, satu jam pasca ditemukan.

Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo mengatakan, korban memang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengantung pada seutas tali tampar plastik warna biru.

Tepatnya, di salah satu ruang gudang dengan ukuran lebar 1,5 meter x panjang 8 meter, sisi kiri atau timur bangunan.

Tali tersebut dikaitkan pada salah satu rangka kayu. Yakni penyangga atap gudang berbahan seng atau asbes tersebut. Tali itu kini disita pihaknya sebagai barang bukti (BB) guna proses penyelidikan lebih lanjut.

”Murni bunuh diri, tidak kami temukan tanda kekerasan fisik lainnya. Namun untuk memastikan itu, masih menunggu hasil forensik,” beber Waluyo.

Waluyo menambahkan, dugaan kuat sementara hingga disimpulkan murni bunuh diri tidak lain karena ditemukannya cairan sperma dan keluar kotoran.

Selain itu, saat ditemukan pertama kali juga terlihat lidahnya menjulur keluar. Namun, pihaknya tak ingin menduga-duga sebelum ada kepastian hasil dari forensik. ”Belum tahu kapan hasilnya (forensik) keluar, ditunggu saja,” sambung dia.

Informasi yang dihimpun Radar Malang (Jawa Pos Group), kronologi peristiwa bermula dari sekira pukul 09.30, warga berduyun-duyun menuju TKP (tempat kejadian perkara) setelah mendengar teriakan perempuan yang tidak lain istri almarhum, Pricilia Citra Devi, 27.

Disusul kemudian aparat kepolisian. Maklum saja, sekita 200 meter dari TKP merupakan Mapolsek Junrejo berada.

”Saat saya sedang bersih-bersih di halaman rumah, tahu-tahu terdengar teriakan, lalu ibu-ibu tetangga datang semua,” kata Sugandi, tetangga samping kanan persis gudang sekaligus dijadikan warung bakso Desha milik almarhum.

Sementara itu, Kades Tlekung, Bambang Sumarto, yang juga masih paman almarhum juga tak kuasa menahan sedih sekaligus shock.

Dia tak ada pikiran jauh sampai ponakannya tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

”Terakhir ketemu sekitar 10 hari lalu, ya ketemu di sini. Dia kan juga usaha bakso sama istrinya baru satu bulanan,” ujar Bambang.

Ditanya apakah ada perihal keluh-kesah yang diutarakan almarhum, buru-buru ditampiknya. Menurutnya, saat terakhir ketemu, tidak ada gelagat mencurigakan yang tampak pada diri ponakannya tersebut.

”Saya hanya bilang jadi laki-laki itu harus kuat seperti pamanmu ini,” kenang Bambang lalu meneteskan air matanya.(zal)

loading...
Click to comment
To Top