Gelar Sidak di Apartemen GKL, Wakil Wali Kota Dibentak Satpam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Gelar Sidak di Apartemen GKL, Wakil Wali Kota Dibentak Satpam

FAJAR.CO.ID, BEKASI – Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Bekasi memanggil pengembang dan management Apartemen Grand Kamala Lagoon (GKL), Senin (9/1/2017). Pemanggilan itu terkait dengan insiden robohnya tangga darurat Apartemen Grand Kamala Lagoon yang menewaskan seorang pekerja, Fajar Sidiq.

Fajar Sidiq meninggal setelah tertimpa runtuhan material preecast (tangga darurat). Jasadnya baru bisa dievakuasi setelah memakan waktu dua hari.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mengatakan, rapat kerja Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Bekasi dengan pihak pengembang/management Apartemen Grand Kamala Lagoon menghasilkan beberapa poin kesepakatan.

Pertama, mendesak pengembang Apartemen Grand Kamala Lagoon untuk bertanggung jawab terhadap korban dan keluarga korban yang meninggal dalam insiden robohnya tangga darurat.

Kedua, mendesak Pemkot Bekasi melakukan ekstra pengawasan terhadap proses pembangunan yang ada dengan cara menurunkan tim ahli bangunan gedung (TABG) sebagaimana amanat Perda Bangunan Gedung.

Ketiga, mendesak pihak kepolisian untuk bekerja secara  profesional mengungkap penyebab robohnya tangga darurat GKL untuk menjadi salah satu bahan evaluasi pengawasan gedung bertingkat/vertikal di Kota Bekasi.

Keempat, mendesak pihak GKL meminta maaf secara terbuka kepada Warga Kota Bekasi yang tersinggung akibat tindakan pihak security GKL yang telah menghadang dan membentak Wakil Wali Kota pada saat sidak ke lokasi beberapa saat setelah kejadian.

“Kelima, mendesak management Apartemen GKL untuk mematuhi seluruh prosedur perizinan dan bangunan yang berlaku sesuai dengan perda yang ada di Kota Bekasi,” ujar Ariyanto Hendrata.

Sebelumnya, satpam proyek pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon menghadang dan membentak Wakil Wali Kota Bekasi yang hendak memantau lokasi kecelakaan kerja di Apartemen GKL.

Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu datang bersama petugas Satpol PP ke lokasi proyek. Namun langkah Wakil Wali Kota dihalangi petugas satpam.

Politisi PKS ini sempat dilarang masuk oleh satpam proyek pembangunan apartemen Grand Kamala Lagoon. Bahkan, satpam sempat membentak Wakil Wali Kota.

Melihat aksi satpam, anggota Satpol PP yang menampingi Wakil Wali Kota meradang. Ia nyaris menghajar satpam Apartemen GKL yang menghadang dan membentak Wakil Wali Kota.

“Ini Wakil Wali Kota mau melihat lokasi, masa tidak boleh masuk,” teriak anggota Satpol PP yang mengawal Wakil Wali Kota Bekasi, Rabu (4/1/2017). (Fajar/pojoksatu)

Click to comment
To Top