Ini Orangnya, Dua Perampok yang Langsung Habisi Nyawa Korban – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ini Orangnya, Dua Perampok yang Langsung Habisi Nyawa Korban

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Setelah perampok sekaligus pembunuh Manrafii (25) di Jalan AM Sangaji (Eks Jalan Belibis) ditangkap, sedikit demi sedikit modus kejahatan tersebut pun mulai terungkap.  Badarudin alias Badar (20) dan Samsul (23) dua pelaku yang membunuh Manrafii diyakini tidak sekadar ingin merampas uang Rp 103 juta yang dibawa korban. Ada motif yang lebih utama selain soal uang ratusan juta itu.

Indikasinya Badar dan Samsul merupakan mantan rekan kerja Manrafii di tempat yang sama. Dengan luka hingga 18 tusukan, Manrafii memang dihabisi dengan penuh amarah dan emosi oleh kedua pelaku.

Adakah niat atau rencana untuk membunuh Manrafii oleh kedua pelaku? Pengamat Hukum Pidana, Universitas Mulawarman (Unmul), La Sina menjelaskan, dengan melihat kasus ini bahwa pelaku merupakan teman atau rekan kerja korban, maka aksi itu bisa dikategorikan sebagai pembunuhan berencana. Kata La Sina, Badar dan Samsul terancam dikenakan pasal berlapis. Pasal pembunuhan berencana hingga pencurian berat karena membawa kabur sejumlah uang. “Bisa seumur hidup ataupun hukuman mati,” ujar La Sina, Sabtu (7/1).

Ya, kabarnya pelaku Badar dan Samsul adalah rekan kerja korban Manrafii. Sebelumnya mereka bekerja toko sembako milik H Anca, di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Sungai Kunjang. Namun karena kepribadian Badar yang malas, dia akhirnya dipecat. Dugaan kuat, aksi ini dipicu lantaran dendam pribadi Badar terhadap korban. Dia juga menjadi eksekutor dalam kasus ini.

La Sina melanjutkan, pada pasal 340 Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana, menyebut barang siapa yang dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu.

“Kalau bawa kabur uang lagi. Bisa ditambah pasal pencurian berat karena dengan menghilankan nyawa orang,” tuturnya.
Hal itu diatur dalam pasal 365 KUHP poin 3 menyebut jika perbuatan pencurian yang mengakibatkan kematian maka dihukum pidana paling lama 15 tahun. Tapi karena mereka (Pelaku, Red) dua orang maka ditambah lagi pada poin 4. Bunyinya jika pelaku lebih dari satu orang maka diancam dengan pidana mati atau seumur hidup. Atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bersekutu.
“Tinggal hukumannya bisa berbeda tergantung peran dari kedua pelaku itu,” bebernya.

Seperti diketahui, tindakan keji kedua pelaku ini tidak main-main. Selain membawa kabur uang Rp 103 juta ditangan korban. 18 tikaman dilayangkan oleh kedua pelaku ke sekujur tubuh korban hingga tewas ditempat. Menurut keterangan dari pihak rumah sakit saat korban  menjalani visum, dari 18 luka tikaman di tubuhnya. Beberapa diantaranya mengenai organ vital. Seperti di bagian leher, muka dan organ vital lainnya.

Usai menikam korban lalu dibiarkan tergeletak bersimbah darah. Tak lama berselang korban ditemukan warga sekitar persis di belakang salah satu ruko di Jalan AM Sangaji (Eks Jalan Belibis) Kelurahan Bandara, Sungai Pinang, Selasa (27/12) lalu sekitar pukul 20.00 Wita.

Dari informasi yang dihimpun Sapos, Manrafii merupakan warga Palaran. Saat kejadian, Manrafii sedang mengantarkan uang sebesar Rp 103 juta kepada istri H Anca (pemilik toko) yang tinggal di ruko Jalan AM Sangaji, sekitar pukul 17.30 Wita.
“Manrafii setiap hari mengantarkan uang hasil penjuakan sembako dari toko saya di Jalan Jakarta, ke rumah kami yang juga toko sembako di Jalan AM Sangaji,” ucap H Anca saat kejadian.

“Melihat rentetan kasus yang berujung pada kematian korban ini. Menambah catatan hitam bagi tindak pidana di Kota Tepian. Meskipun sebelumnya beberapa terdakwa sudah di vonis hakim hingga belasan tahun penjara, bahkan seumur hidup ataupun hukuman mati. Namun efek jera sepertinya belum dirasakan oleh para pelaku kriminal. Ini harusnya menjadi PR bagi kita semua,” jelas pria yang juga dosen di Fakultas Hukum Unmul ini.

Sementara itu, sehari setelah dibekuk oleh Jatanras Polda Kaltim di tempat persembunyiannya di Kalsel, polisi terus mengembangkan pemeriksaan terhadap kedua pelaku.  “Personel masih di lapangan melakukan pengembangan penyelidikan. Kami masih melengkapi alat bukti,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yahya. “Kami juga masih mendalami peran masing-masing pelaku (badar dan Samsul, Red),” kata Ade lagi. (zak/nha)

Click to comment
To Top