Perjalanan Panjang Persebaya Surabaya dan Bonek Sampai Kembali Diakui – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Perjalanan Panjang Persebaya Surabaya dan Bonek Sampai Kembali Diakui

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tidak kurang dari lima tahun perjalanan panjang bagi Persebaya Surabaya dan pendukung setianya, Bonek, untuk bisa kembali mendapatkan hak-hak yang telah dirampas.

Dan, Minggu 8 Januari 2017 di Kongres Tahunan PSSI di Hotel Arya Duta Bandung, menjadi momen bersejarah dimana ketuk palu dari Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi menjadi simbol legalitas bagi tim kebanggan Kota Pahlawan itu.

“Terkhusus untuk Surabaya, tanpa mengecilkan klub lainnya, izinkan saya untuk menentukan ini. Persebaya saya tetapkan masuk Divisi Utama,” kata Edy yang langsung disambut tepuk tangan peserta kongres.

“Saya tidak mau tanya lagi setuju atau tidak setuju. Langsung saja saya ketuk palunya sebagai tanda setuju,” ujar pria berpangkat letnan jenderal yang juga panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

Berikut jalan panjang Persebaya Surabaya untuk kembali ke kompetisi:

2009
– Persebaya Surabaya mengikuti Indonesia Super League (ISL).

2010
– Persebaya dinyatakan kalah WO karena tidak hadir pada laga melawan Persik Kediri di Palembang. Degradasi ke Divisi Utama.
– Persebaya mengikuti kompetisi tandingan: Indonesian Premier League (IPL).
– Muncul Persebaya tandingan yang direstui PSSI dan bermain di Divisi Utama.

2011
– Persebaya menggunakan nama Persebaya 1927 untuk tampil di IPL.
– PSSI terbelah. Lahir Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

2012
– Persebaya 1927 menjadi runner-up IPL.
– Persebaya tandingan berkiprah di Divisi Utama dalam pengelolaan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB).

2013
– IPL terhenti di paro kompetisi.
– Kongres PSSI pada 17 Maret tidak mengakui Persebaya 1927. Unifikasi liga yang digagas PSSI juga tidak mengikutsertakan Persebaya 1927.

2014
– PSSI menggelar kongres tahunan di Surabaya. Tidak ada pembahasan soal Persebaya 1927.

2015
– PT Persebaya Indonesia (PI) menggugat PT MMIB di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
– La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum PSSI dalam kongres luar biasa (KLB) di Surabaya pada 18 April.
– Kalah di pengadilan, PT MMIB mengubah nama tim menjadi Persebaya United.
– Kemenkum HAM memberikan hak logo dan nama Persebaya kepada PT PI pada 22 September.

2016
– Persebaya memenangi gugatan di PN Surabaya pada 30 Juni.
– Kongres PSSI pada 3 Agustus di Jakarta mengagendakan pembahasan status Persebaya pada kongres 17 Oktober.
– Kongres batal digelar pada 17 Oktober. Dijadwalkan pada 10 November.
– Kongres pada 10 November batal membahas status Persebaya. Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum.

2017
– Kongres PSSI di Bandung menerima kembali Persebaya sebagai anggota. Persebaya menjadi kontestan Divisi Utama. (Fajar/jpnn/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top