PT Bumi Serpong Damai Menangkan Gugatan Pembatalan PPJB – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

PT Bumi Serpong Damai Menangkan Gugatan Pembatalan PPJB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Gugatan pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas tanah dan bangunan yang diajukan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) terhadap tergugat PT Swiss German Uni (SGU) dikabulkan majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Keputusan itu keluar setelah amar putusan yang dibacakan majelis hakim dipimpin Wahyu Widya pada Senin (9/1).

Dalam amar putusan itu Hakim Wahyu Widya mengatakan, pihak tergugat (SGU) telah melakukan wanprestasi. Berdasarkan PPJB, SGU memiliki kewajiban, antara lain, membayar angsuran harga pengikatan kepada PT BSD termasuk PPN yang jatuh tempo pada enam kali periode. Yakninya, pada 29 Januari 2011; 29 Januari 2012; 29 Januari 2013; 29 Januari 2014; 29 Januari 2015; dan 29 Januari 2016. Namun pada periode tersebut, PT SGU tidak melakukan kewajibannya.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan alasan tergugat bahwa pembayaran baru akan dilakukan setelah PT BSD menyerahkan tanah stage II dan bangunan stage I B, tidak tercantum dalam PPJB. Dalam pasal 3 PPJB ayat 1b disebutkan, tanah dan bangunan stage 1B dan tanah stage 2 akan disepakati bersama oleh para pihak. Jadi belum ada kesepakatan bersama para pihak untuk menyerahkan tanah dan bangunan tersebut.

Pada amar itu juga disebutkan, majelis hakim juga menolak gugatan rekonpensi (gugatan balik) yang diajukan PT SGU. Pasalnya, Prikanti Kanter yang menjabat sebagai Presiden Direktur di PT SGU tidak berwenang menunjuk kuasa hukum. Untuk menunjuk kuasa hukum harus persetujuan dua direktur sesuai AD/ART PT SGU. Dengan alasan itu, hakim menilai gugatan rekonpensi tidak perlu dibahas lagi.

Pada bagian lain, Majelis Hakim menyatakan berita acara fitting out (pinjam pakai) tanah dan bangunan yang selama ini digunakan sebagai kampus Swiss German University (SGU) batal demi hukum.

“Hal itu diatur dalam Pasal 2 Berita Acara Fitting Out dan Pinjam Pakai (BAFOPP), BSD berhak mengakhiri pinjam pakai jika SGU lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagaimana tersebut dalam PPJB, termasuk membayar angsuran harga pengikatan. Dan sesuai Pasal 14 BAFOPP, apabila pembeli lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagaimana tersebut dalam PPJB, maka BAFOPP tersebut berlaku sebagai surat kuasa khusus untuk mengosongkan tanah dan bangunan,” ujar Wahyu Widya.

Diketahui, PT SGU yang membawahi kampus Swiss German University. Perusahaan tersebut hampir 7 tahun sejak Januari 2011, menunggak pembayaran kepada BSD. Lantas Pihak PT BSD menggugat pembatalan PPJB terhadap PT SGU atas tanah dan bangunan yang dijadikan sebagai kampus SGU.

Sebelum masuk ke ranah persidangan, telah dilakukan mediasi berkali-kali, tapi hasilnya gagal. Akhirnya, PT BSD melayangkan gugatan pembatalan PPJB ke Pengadilan Tangerang. (iil/JPG)

Click to comment
To Top