Sambil Tunggu Biaya Pemulangan , PSK Masih Terima ‘Servis Khusus’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sambil Tunggu Biaya Pemulangan , PSK Masih Terima ‘Servis Khusus’

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Belum ada kejelasan kapan proses pemulangan mantan wanita tunasusila (WTS) jilid II akan dilaksanakan. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyebutkan, pihaknya bersama pemkot masih menanti kejelasan seputar proses pemulangan itu. Proses pemulangan itu terganjal karena dana dari pemerintah pusat belum mengalir.

Tidak ada yang berbeda dengan proses pemulangan edisi pertama, awal Desember 2016 lalu. Para mantan WTS dibekali Rp 5.050.000 dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Sementara pemkot bertanggung jawab proses pemberangkatan dari Samarinda ke Balikpapan. “Kalau tiket pesawat urusan pemprov, tapi pendampingan hingga kembali ke daerah asal adalah tanggung jawab pemkot,” ujarnya kemarin (7/1).

Terkait WTS kabur pada proses pemulangan sebelumnya, Komisi IV menyarankan agar pemkot lebih intens berkoordinasi. Harapannya, hal serupa tidak terulang pada pemulangan edisi kedua. Pasalnya, dia menganggap sejauh ini koordinasi tersebut tidak berjalan baik. “Itu sebuah pengalaman. Semoga tidak terjadi lagi. Harusnya dari Dissos (Dinas Sosial) dan Satpol PP mengawal prosesnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa para muncikari pasti berperan dalam kaburnya para PSK tersebut, sehingga mereka perlu diawasi pula. “Tapi tidak bisa dimungkiri, kami memang terkendala dana untuk penjagaan. Petugas pasti ada, tapi dana untuk operasionalnya tidak ada, repot juga,” jelas Puji.

Selain itu, antisipasi perlu dilakukan di lingkup masyarakat. Sebab, meski lokalisasi sudah tutup, tidak sedikit pula mantan WTS yang menyebar ke perkampungan. “Jadi, warga harus berkoordinasi kepada RT apabila ada warga baru di sekitar tempat tinggal agar dapat terkoordinasi dengan baik hingga kelurahan dan kecamatan. Tidak bisa dilimpahkan ke Dissos begitu saja.”

“Jadi, tingkatkan lagi koordinasi karena harusnya dipulangkan semua, tapi tidak dapat terlaksana karena terkendala dana,” papar dia.

Lanjut dia menjelaskan, jangan seperti yang sebelumnya. Ketika dana turun, baru berkoordinasi. Soal masih beroperasinya lokalisasi Bandang Raya Solong, Puji mengatakan, mereka tidak bisa berbuat banyak. “Mau bagaimana, mereka perlu makan, tapi kami tidak bisa menyiapkan, makanya mereka terpaksa sementara dibiarkan begitu,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dissos Samarinda Ridwan Tassa menyebutkan, pemulangan edisi kedua terkendala dana yang belum mengalir. “Kami berharap dapat memulangkan semuanya langsung. Semoga saja dana yang digulirkan pemerintah pusat cukup untuk semua WTS,” tuturnya.

“Kalau mereka kedapatan beroperasi di tempat lain, maka akan diberikan tindakan hukum. Namun, kalau mereka kabur lalu pulang sendiri itu tidak masalah, mereka akan mendapat dana untuk modal awal di daerah asal mereka. Namun, kalau mereka kembali lagi dengan profesi sama juga akan kami beri tindakan hukum, kecuali mereka datang dengan keterampilan lain,” tutupnya. (*/dq/ndy/k11)

Click to comment
To Top