Luthfy: Polisi dan BNN “Mandul” Usut Bandar Narkoba di Luwu Raya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Luthfy: Polisi dan BNN “Mandul” Usut Bandar Narkoba di Luwu Raya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peredaran narkoba di Palopo dan Luwu Raya sudah kronis. Sudah bak layaknya seperti kita mau membeli kacang, gampang dapatnya.

Buktinya, hampir setiap hari pengedar dan pemakai ditangkap pihak kepolisian atau BNN. Tetapi dari sekian banyak tersangka yang ditangkap, kok justru bandar, pemasok utamanya tidak pernah ditangkap. Apa hukum kebal bagi mereka?

Keprihatinan ini pun dilontarkan Anggota DPR RI asal Sulsel dari Fraksi NasDem, Luthfy A Mutty. Kepada Palopo Pos, mantan Bupati Luwu Utara ini mengungkapkan, pemakaian narkoba di Luwu Raya sudah berlangsung lama dan sangat meresahkan warga.

Selama ini yang tersentuh oleh aparat hanya pemakai. Sementara bandarnya tidak tersentuh. Ini tentu sangat disayangkan karena  fungsi Satnarkoba di 4 polres di Luwu Raya ditambah BNN seperti “mandul”.

“Saya berharap agar tiap Kapolres di Luwu Raya memberi perhatian khusus pada penanganan narkoba karena ini menyangkut masa depan bangsa. Sebab pemakainya umumnya generasi muda,” ujarnya, Senin 9 Januari 2017 melalui sambungan seluler.

Hal senada juga dikatakan Anggota DPR Markus Nari. Politisi Golkar ini bahkan meminta agar lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ada di Palopo harus ditingkatkan.

“Saya minta kinerja BNN ini harus tuntas. Jangan setengah-setengah tidak sampai kepada bandar utamanya. Inikan merusak generasi bangsa,” kata Markus.

Lebih jauh, Markus Nari  menjelaskan, BNN harus berkaca dari kinerja BNN yang ada di Jawa. Kenapa? Di Jawa BNN mampu menangkap peredaran narkoba skala besar hingga bandar utamanya.

“Ini yang kita mau dorong BNN di Sulsel harus punya taji. Kalau ada indikasi pabrik pembuatan narkoba di Sulsel segera lakukan pengecekan dan penggerebekan. Ini tidak bisa dibiarkan. Narkoba musuh bersama,” sebutnya. (idr/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top