Ngeri! Usai Bercinta, Kedua Pasangan Ini Merebut Pisau dan Saling Tusuk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ngeri! Usai Bercinta, Kedua Pasangan Ini Merebut Pisau dan Saling Tusuk

Foto: Jawapos (fajar)

FAJAR.CO.ID, Polresta Pontianak, Kalimantan Barat menggelar rekonstruksi pembunuhan Sumirawati, 21 di kamar 5A Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara, Senin (9/1).

Novianto Ari Saputra, 20, memperagakan cara dia menghabisi nyawa kekasihnya pada Rabu (28/12), itu di hadapan polisi yang dipimpin Kasat Reskrim Kompol Andi Yul Lapawesean. Sebanyak 25 adegan diperagakan tersangka Ari.

Adegan pertama, wanita yang akrab disapa Sumi itu mengendarai sepeda motor sendirian, menyusul Ari yang mengendarai mobil Avanza. Sumi bertemu Ari yang mengendarai mobil bersama Yurga.
Tersangka menyuruh Yurga membawa sepeda motor korban dan korban masuk ke dalam mobil.

Yurga pergi mengendarai sepeda motor Sumi. Sedangkan Ari dan kekasihnya itu menuju Hotel Benua Mas menggunakan mobil rental yang disewanya.

Setibanya tersangka dan korban di hotel, Udin yang bekerja sebagai office boy Hotel Benua Mas membereskan kamar yang akan digunakan pasangan itu. Setelah itu Ari keluar dari mobil, menemui Udin dan memberinya uang Rp 100 ribu.

Sumi keluar dari mobil meninggalkan tasnya dan masuk duluan ke kamar. Kemudian diikuti oleh tersangka.

Di dalam kamar, Sumi duduk di atas tempat tidur sedangkan tersangka masuk ke WC. Setelah itu pasangan ini bersetubuh.

Usai melampiaskan nafsunya, Ari dan Sumi cekcok mulut hingga membuat tersangka marah lalu mencekik lehernya. Ari juga memukul wajah Sumi hingga terjatuh ke kasur sambil menendang tersangka.

Menghindar dari serangan Ari, Sumi pun jatuh ke lantai. Saat inilah tersangka keluar kamar mengambil pisau yang sudah disimpannya di bawah jok mobil, kemudian masuk kembali ke kamar.

Tanpa banyak bicara, Ari langsung menusuk perut Sumi. Wanita ini masih melawan. Pisau pun terjatuh dari tangan tersangka. Sumi sempat mengambil pisau, kemudian berdiri dan berusaha menusuk pacarnya.

Ari berusaha menangkap pisau sehingga melukai tangan kanannya. Kemudian dia mendorong Sumi hingga jatuh terlentang di dekat meja. Saat itulah Ari membenturkan kepala Sumi ke meja dan lantai hingga tewas.

Dengan wajah tanpa bersalah, Ari membasuh tangannya yang berlumur darah ke WC. Kemudian mengintip ke luar jendela. Setelah itu Ari mengecek kembali, memastikan kalau kekasihnya sudah tidak bernyawa.

Ari pun keluar kamar dan membuka garasi. Dia masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Hotel Benua Mas.

Saksi lainnya bernama Haryanto yang saat itu sedang berada di kantin hotel sempat berpapasan dengan mobil yang dikendarai Ari. Curiga, Haryanto pun pergi ke kamar dan menggedor pintu.

Karena tak ada jawaban, dia membuka pintu kamar dengan kunci serap dan melihat Sumi sudah terkapar bersimbah darah dan tak bernyawa di lantai. Haryanto pergi menggunakan sepeda meninggalkan TKP dan melapor ke manajemen hotel.

Ari sudah merencanakan membunuh Sumi yang mendesak untuk dinikahinya. “Dari proses penyidikan yang telah kita lakukan, tergambar bahwa pembunuhan ini  memang sudah direncanakan oleh tersangka,” ungkap Kompol Andi Yul usai rekonstruksi pembunuhan di Hotel Benua Mas, kemarin.

Kompol Andi Yul menjelaskan, 25 adegan yang diperagakan pada rekonstruksi pembunuhan itu, masing-masing dipilah dan dibagi sub-subnya. Sebelum menghabisi nyawa korban, Ari melakukan penganiayaan.

“Tersangka sudah menyiapkan pisau yang akan digunakan pada saat melakukan pembelaan, karena sebelumnya sering cekcok,” jelas Andi Yul. (gde/amb)

loading...
Click to comment
To Top