BI Bantah ada Lambang Palu Arit di Lembaran Rupiah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

BI Bantah ada Lambang Palu Arit di Lembaran Rupiah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Barat menepis kabar palsu atau hoax seputar uang rupiah. Di Youtube, beredar ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq meyebut uang rupiah menggunakan simbol PKI yakni palu dan arit.

Kepala Grup KPw BI Jabar Siti Astiah mengatakan, tudingan yang dilontarkan Habib Rizieq dalam ceramahnya sangat meresahkan. Menurut dia, BI pusat telah melaporkan Habib Rizieq ke Bareskrim Polri.

Menurut dia, penampakan yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit dalam uang rupiah sebenarnya merupakan logo BI yang dipotong secara diagonal. Karena itu, gambar tersebut membentuk ornamen tidak beraturan yang merupakan gambar saling isi atau rectoverso. Rectoverso ini berfungsi sebagai pengaman uang rupiah dari aksi pemalsuan.

”Tidak ada gambar palu arit, itu rectoverso jika diterawang akan bergambar logo BI,” ujarnya di kantor BI Jabar Jalan Braga Bandung, belum lama ini.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo dalam siaran pers menegaskan, uang Rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit.

”Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. Unsur pengaman dalam uang Rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan,” ujar Agus.

Gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang. Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus.

”Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000,” ujar dia.

Gubernur Bank Indonesia menegaskan pula bahwa Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang Rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top