Dibakar Api Cemburu, Pengusaha Tambang Hadiahi Timah Panas Selingkuhan Istrinya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dibakar Api Cemburu, Pengusaha Tambang Hadiahi Timah Panas Selingkuhan Istrinya

FAJAR.CO.ID KUKAR – Polisi mulai mengungkap fakta baru atas penemuan mayat pria di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (30/12).

Jasad pria itu diduga merupakan korban pembunuhan sadis akibat cinta terlarang.

Kasus ini sempat membuat Unit Opsnal, Polres Kukar, pusing.

Sebab, seminggu setelah penemuan mayat, tak juga ada titik terang.

Namun, usaha yang dilakukan aparat pelan-pelan menemui jalan keluar.

Kala itu, salah satu warga menemukan jasad mengapung di Sungai Muara Kembang, Sangasanga.

Penemuan tubuh tak bernyawa itu bikin geger karena kondisinya mengenaskan.

Polisi yang tiba di lokasi setelah menerima laporan lantas mengevakuasi jasad menuju RSUD AW Sjahranie, Samarinda.

Dari KTP yang ditemukan di saku celana korban, korban bernama Suryadinata, warga Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga.

Sebagai informasi, akses lokasi penemuan mayat tampak tertutup dan sulit terjangkau.

Namun, lokasi tersebut sering dilintasi sejumlah pekerja tambang.

Setelah pemeriksaan lebih dalam, rupanya di tubuh mayat ada proyektil.

Tepatnya bersarang di paru-paru. Ada juga bekas luka sayatan di tubuh korban.

Berdasarkan penelusuran polisi, Suryadinata merupakan warga yang dilaporkan hilang sejak 25 Desember 2016.

Suryadinata terakhir kali terlihat menggunakan sepeda motor Honda CBR, dengan nopol KT 4420 OZ.

Setelah Suryadinata sehari tidak pulang ke rumah, keluarga korban sempat melakukan pencarian.

Sepeda motor korban ditemukan di pinggir jalan di Kelurahan Sangasanga Dalam.

Sejak hari itu, ponsel korban juga diketahui sudah tidak aktif lagi.

Kasus ini pun sempat menyita perhatian warga.  Namun, tak banyak yang tahu bahwa di dalam tubuh korban ditemukan proyektil peluru.

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnain sempat mendatangi langsung lokasi penemuan mayat.

Lantaran nyaris tanpa petunjuk, polisi menutup rapat-rapat ruang informasi terkait setiap perkembangan kasus.

Termasuk informasi dari tim Reskrim Polres Kukar yang disampaikan secara eksklusif kepada media ini.

“Petugas kami melakukan pencarian selama sepuluh hari. Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Yuliansyah,” ujarnya sebagaimana dilansir Prokal, Rabu (11/1).

Polisi lalu mendatangi puluhan warga untuk mencari petunjuk terkait kasus tersebut.

Nyaris seluruh komunitas pertemanan korban di Sangasanga dan Samarinda telah diambil keterangan.

Namun, benang merah tak juga ditemukan. Pada hari kedelapan pencarian pelaku, polisi berhasil mendapatkan titik terang.

Ada informasi dari seorang warga berinisial Is. Rupanya Is yang paling terakhir bertemu korban.

Dia mengaku melihat korban bersama seseorang.

Berdasar informasi tersebut, penelusuran aparat mengarah kepada seorang pengusaha tambang berinisial Ru (40).

Dari keterangan yang diterima polisi, dugaan pembunuhan mengerucut kepada Ru, warga Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga.

Ru disebut-sebut pernah mendapati istrinya berinisial La (35) berselingkuh dengan korban.

“Saat itu, motif pembunuhan semakin terang. Karena diduga Ru ini cemburu lantaran istrinya berselingkuh dengan korban,” ujarnya.

Dari informasi itulah, polisi lalu menelusuri keberadaan Ru.

Berbekal keterangan saksi, polisi mengintai pergerakan Ru yang sedang berada di rumah kontrakannya di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dia akhirnya berhasil dibekuk di Jalan Caraka Jaya, Perumahan Yumda, Kelurahan Landasan Ulin, Kabupaten Banjarbaru.

Di sana, tersangka Ru mengontrak rumah dua bulan dengan harga Rp 2 juta bersama istrinya.

“Saat diringkus, tersangka sempat mengelak dan mengaku tak mengetahui apa-apa tentang kasus tersebut. Tapi karena petunjuk dari anggota sudah lengkap, akhirnya tersangka mengaku,” terang Kapolres.

Dari pengakuan tersangka, polisi mendapat informasi bahwa korban tak hanya ditembak di bagian paru-paru.

Suryadinata juga dibacok menggunakan celurit.

Selain mengamankan peluru yang bersarang di tubuh korban, polisi juga menyita mobil Daihatsu Xenia yang digunakan tersangka saat membunuh korban.

Fadillah menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 340 Junto 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan maksimal ancaman hukuman mati.

Polisi menuturkan, untuk senjata api tersebut diperoleh tersangka dari Banjarmasin.

Senjata tersebut juga ilegal dan saat ini masih terus dalam penelusuran.

“Barang bukti senjata api juga masih kami cari karena dibuang ke sungai oleh tersangka,” jelas Fadillah.

Click to comment
To Top