Ini Penyebab Bentrok Antar Pendukung Calon Bupati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Ini Penyebab Bentrok Antar Pendukung Calon Bupati

FAJAR.CO.ID, PIDIE – Muharramsyah, anggota Dewan Pakar Hukum pasangan calon nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik) – Fadlullah TM sangat menyesali sikap Panwaslih Pidie yang melarang kandidatnya mengikut debat kandidat, karena menggunakan kupiah merah.

Larangan itu membuat jagoannya merasa dizalimi dan memilih untuk walk out. Akibat dari walk out berujung pada bentrokan kedua massa pendukung calon.

Sementara itu, Dewan Pakar Hukum Paslon Abusyik, Muharramsyah mengaku kecewa dengan sikap Panwaslih Pidie yang mengambil sikap melarang memakai kupiah mirah, dalam acara debat kandidat tersebut.

Muharramsyah mengungkapkan, kupiah mirah bukanlah atribut, sehingga tidak ada dalam aturan penyelenggara Pilkada dan teknikal meeting yang sudah disepakati beberapa waktu lalu.

“Kami kecewa dengan Panwaslih, mereka meminta kami tidak memakai Kupiah Mirah, padahal itu bukan atribut partai, tidak ada dalam aturan itu. Jelas kami tidak mau, ini bukan atribut, jadi kami tidak mau mengikuti itu, karena kami tidak pernah menyetujui aturan tidak boleh memakai kupiah mirah. Bagi kami melepaskan peci kami bukan keputusan melainkan kebijakan,” jelas Muharramsyah yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Rabu (11/1).

Atas larangan menggunakan kupiah merah ini, pihak pasangan calon independen itu melaporkan, Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panwaslih  Pidie kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan (DKPP). Dua lembaga dianggap telah melanggar kode etik.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Pidie, Said Husein mengaku menerima protes dari seorang warga bernama Taufik, seorang pendukung Paslon nomor urut 1, terkait pemakaian kupiah mirah. “Alasan itulah mereka memutuskan untuk melarang dan memerintahkan kami mencopot peci tersebut,” jelasnya.

Sedangkan pendukung Paslon nomor urut 3 dari PA dan Gabungan, mengaku sangat kecewa dengan sikap KIP Pidie yang tidak tegas dan menunda debat tanpa memberikan alasan pada undangan yang hadir, sehingga pihaknya terpaksa mendatangi kantor KIP meminta kejelasan pasti.

“Debat ini bukan hanya melaksanakan perintah UU, jangan main-main di sini, bukan mainan debat ini. KIP jangan cari aman, selain itu KIP sepertinya kurang sosialisasi perkara teknis hasil teknikal meeting kemarin, sehingga terjadi seperti ini, teman kami sudah menjadi korban pemukulan,” kata Jubir Paslon dari PA Pidie, Said Safwatullah.

Di tempat lain, Ketua KIP Pidie, Ridwan menjelaskan, penundaan debat kandidat merupakan perintah Panwaslih Pidie. Alasannya kondisi yang tidak memadai, sehingga KIP wajib melaksanakan perintah tersebut.

“Penundaan acara perintah Panwaslih kepada KIP, kami wajib melaksanakan. Kami tadi diperintah secara lisan, suratnya menyusul,” pungkasnya. (Fajar/JPG)

To Top