Ini Unsur-unsur Pendidikan di Lazuardi GIS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Ini Unsur-unsur Pendidikan di Lazuardi GIS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Lazuardi GIS merupakan jaringan nasional sekolah Islam yang berwawasan global, berkualitas dan prestasinya sudah diakui baik didalam mapupun luar negeri.

Sekolah-sekolah jaringan Lazuardi GIS menekankan penghargaan keragaman dalam berbagai aspek kehidupan sebagai sunnatullah dan pentingnya toleransi dalam menyikapinya. Hal itu diwujudkan dengan berupaya mengembangkan sekolah inklusif yang menerima guru, karyawan maupun siswa dari berbagai latar belakang pemikiran, keagamaan, dan budaya nasional.

Sekolah ini hadir dengan visi jauh ke depan akan suatu masa yang  memiliki berbagai ciri persaingan yang ketat, pergaulan global yang intens, perubahan-perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang kehidupan dengan segala permasalahannya, serta tantangan sekaligus kebutuhan kepada kehidupan keberagaman yang lebih bermoral.

Disisi lain, pendidikan pada umumnya kurang mengarahkan proses belajar-mengajar kepada upaya-upaya pembangkitan kreatifitas anak didik, yang sesungguhnya merupakan kunci sukses anak-anak kita di masa depan.

Jika diringkaskan, unsur-unsur pendidikan di Lazuardi mencakup Islamic Education, Character Building, Compassionate education, Inclusive education, Multicultural (bilingual) education, global awareness), Multiple Intelligences, Project Based Learning (active and contextual learning), Differentiated learning, Entepreneurship program, 21st Century Learning.

Pada akhirnya, tujuan pendidikan di Lazuardi Athaillah GIS adalah untuk “Melahirkan manusia-manusia Indonesia yang mencintai ilmu pengetahuan, terampil, kreatif, menguasai kemampuan-kemampuan dasar dan memiliki ketrampilan hidup (life skill) yang tinggi, percaya diri, komunikatif, memiliki keprihatinan sosial, cinta lingkungan, serta beriman dan berakhlaq mulia”.

Dalam hal kegiatan belajar-mengajar (KBM), suasana  kelas yang diatur sesuai kesepakatan antara guru dan siswa, membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih santai dan siswa dapat dengan mudah menerima materi yang disampaikan oleh guru.

Penyampaian materi kurikulum menggunakan dua bahasa atau bilingual (Indonesia-English), materi disampaikan melalui kegiatan-kegiatan yang berorientasi interaktifitas, membangkitkan kreativitas, dan bernuasa fun, dengan memanfaatkan sarana belajar di dalam ruang (in door) maupun diluar ruang (out door) baik disekitar maupun luar sekolah.

Kesemuanya itu menekankan pada penyediaan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk kreatif dan mampu secara aktif belajar sendiri, dan menemukan sendiri pengetahuan yang diperlukannya, pembelajaran menggunakan multi strategi (the best process).

Guru berperan sebagai fasilitator untuk memberikan tantangan-tantangan kreatif kepada siswa dan sebagai katalisator untuk memantik kreativitas siswa dengan melayani berbagai modalitas belajar, baik visual, auditori maupun konkret kinestetik.

Proses pembelajaran bersifat menyeluruh (holistik) semua mendapatkan perhatian yang sama, memberikan perhatian khusus selain pada aspek Kognitif (konseptual), aspek Afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktek dan pembiasaan). Hal ini tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa.

Kurikulum dirancang berdasarkan kurikulum nasional yang telah dimodifikasi untuk membuka ruang lebih besar bagi upaya-upaya pembangkitan kreatifitas siswa.

Penekanan khusus diberikan pada pengajaran agama yang berorientasi budi pekerti (akhlaq), pengembangan kemampuan berbahasa, serta keterampilan di bidang teknologi informasi.
Penerapan sistem bilingual (penggunaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) serta pengakomodasian kurikulum Internasional sejak tahun ajaran 2007/2008 dengan menerapkan program Cambridge International Primary Programme (CIPP) – , khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains – menjadi sarana pengembangan wawasan global siswa.

Program pengayaan dengan kegiatan Ekstrakurikuler dan Club untuk memfasilitasi kecerdasan siswa serta mencuatkan potensi dan bakat siswa.

Nilai-nilai pedagogis  yang dianut Lazuardi dalam memberikan layanan pendidikan adalah:

  1. Memandang bahwa setiap siswa memiliki kecerdasan yang khas sesuai dengan konsep Multiple Intelligences Howard Gardner
  2. Memandang lingkungan sebagai laboratorium belajar yang tak terbatas
  3. Memandang  sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh civitas
  4. Meyakini bahwa proses belajar yang memunculkan kreativitas dan daya belajar hanya akan berjalan dalam suasana yang demokratis, fun and enjoyable, contextual, brain based, enforcing positive emotions, kompetitif secara benar dan proporsional, mendorong kerja-keras berdasar kecintaan (vocation), dan student oriented
  5. Alih-alih pada hasil belajar, penekanan diberikan pada proses belajar
  6. Memandang bahwa keberhasilan pembelajaran di sekolah hanya    akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara guru/sekolah, orangtua dan masyarakat secara keseluruhan
  7. Mengembangkan keterbukaan dan inovasi terus-menerus  berdasarkan evaluasi dan temuan baru di dunia pendidikan.

Untuk menunjang semua idealisme itu, Lazuardi GIS memiliki tenaga pengajar terbaik dari berbagai latar belakang. Direkrut dari universitas-universitas terbaik di seluruh Indonesia, para pendidik mendapat latihan secukupnya dan program-program pengembangan wawasan secara terus-menerus.

Last but not least adalah penguatan nilai-nilai keIslaman secara integratif ke setiap kegiatan dan mata pelajaran.

Lazuardi GIS menganut pandangan keberagamaan yang inklusif dan toleran. Prinsip ini diterapkan dengan menerima siswa dari berbagai latar belakang. Lazuardi GIS percaya kesempatan memperoleh pendidikan yang baik harus di berikan seluas-luasnya kepada semua anak tanpa memandang latar belakangnya.

Meskipun demikian, kebijakan yang menyangkut pendidikan dan ritual agama di  Lazuardi GIS berpedoman pada kurikulum nasional dan sepenuhnya mengacu pada mazhab ahlus- Sunnah wal-Jama’ah yang dianut mayoritaa umat Islam di Indonesia. (Fajar/rls)

loading...
Click to comment
To Top