Jamil, Bos Salon yang Humoris tapi Dibantai Secara Tragis itu Ternyata… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Jamil, Bos Salon yang Humoris tapi Dibantai Secara Tragis itu Ternyata…

Selain sebagai pengelola dan pemilik Abi Salon, Jamil ternyata juga aktif sebagai relawan penanggulangan HIV dan AIDS. Kematiannya yang tak wajar lantaran bersimbah darah di kamarnya, menyisakan cerita sedih bagi sejawatnya. Namun, semasa hidupnya ia dikenal periang dan suka canda.

HERMAWAN, Palangka Raya

DIA tercatat sebagai relawan di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalteng dan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kalteng maupun Kota Palangka Raya. Kematian M Abdul Jamil itu sempat menghebohkan warga Jalan Bangas Permai, Sabtu (7/1) lalu.

Direktur Eksekutif PKBI Kalteng Mirhan mengatakan, Jamil merupakan sosok pekerja keras dan humoris. Dia selalu aktif dalam melakukan penyuluhan dan bahaya HIV dan Aids ke semua orang. Mulai dari waria sampai ke pekerja seks di wilayah lokalisasi.

“Jamil itu orangnya juga humoris, dia selalu saja bisa membuat kami tertawa,” tutur dia di Kantor PKBI, Senin (9/1).

Dia, lanjut Mirhan, memiliki beberapa anak binaan atau anak angkat. Mereka disekolahkan dan diajari keterampilan memotong rambut. Pernah juga Jamil ke lapas anak-anak untuk mengajari mereka keterampilan dasar menyalon.

Jamil sudah bergabung di PKBI dan KPA sejak lima tahun lalu, tepatnya pada 2012. Sejak itu, dia sudah semangat melakukan sosialisasi. Walaupun agak memaksa dalam mengajak orang melakukan pemeriksaan HIV. Banyak dari mereka sempat marah-marah tetapi pada akhirnya malah berterima kasih setelah melakukan pemeriksaan.

“Karena penderita HIV jika rutin meminum obat ARV (Antriretroviral, Red) dapat memperlambat perkembangan virusnya,” ujar dia.

Mirhan meneruskan, Jamil memiliki sifat fleksibel alias sangat mudah akrab dengan orang lain. Ramah dan supel baik kepada laki-laki maupun perempuan. Sejak masuk ke PKBI dan KPA Jamil memang sudah menggeluti dunia persalonan.

Selama tiga tahun awal berada di PKBI,Jamil mengelola salon di Jalan Kartini. Kemudian setelah itu dia pindah ke Jalan Mahir Mahar. Beberapa bulan membuka salon di sana dia pulang ke Pulau Jawa, untuk menikahkan anak perempuannya.

Setelah kembali dari Jawa, dia sempat mencoba untuk menjual peralatan salonnya, karena sepi pengunjung. Tetapi, dia mengurungkan niatnya karena pembelinya membatalkan transaksi. Kemudian dia menyewa rumah di Kompleks Bangas Permai dan kembali membuka salon.

“Kami sangat kaget dan merasa kehilangan mas ketika mendapat kabar Jamil meninggal tragis,” ungkap dia.

Dijelaskannya, Jamil tidak pernah bercerita memiliki musuh ataupun saingan. Dia sangat baik kepada teman temannya. Bahkan, lanjut dia, KPA juga merasa kehilangan dengan meninggalnya Jamil. (/*)

loading...
Click to comment
To Top