Banding Putusan Jessica, Kejati DKI Siap Hadapi Resiko Apapun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Banding Putusan Jessica, Kejati DKI Siap Hadapi Resiko Apapun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perkara kopi beracun dengan tervonis Jessica Kumala Wongso masih berlanjut. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menyerahkan memori kontra banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait putusan hakim pada Jessica Kumala Wongso. Dan kini mereka tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Jaksa juga sudah menyerahkan berkas memori kontra banding Desember lalu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejati DKI, Waluyo saat , Kamis (12/1).

Menurut dia, dalam sebuah perkara pidana, apabila dua pihak mengajukan banding, maka para pihak perlu membuat memori banding. Sementara, jaksa bakal membuat memori kontra banding.

Meski begitu, dia enggan membeberkan isi kontra banding terhadap dakwaan Jessica. Yang jelas, kata dia, intinya menguatkan pertimbangan-pertimbangan hakim pada putusan pengadilan.

“Hakim sependapat dengan kita. Yang jelas kita kuatkan pertimbangan hakim, karena hakim sependapat dengan jaksa,” ungkapnya.

Tim kuasa hukum Jessica juga sedah menyerahkan berkas memori banding . Ketua Tim Kuasa Hukum Jessica Otto Hasibuan mengaku optimistis banding yang diajukan pihaknya bakal dikabulkan Pengadilan Tinggi.

“Segala risiko sudah diambil dia (Jessica). Mau diperberat, mau sama, apapun itu adalah risiko Jessica,” kata Otto saat menyerahkan berkas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Jessica divonis 20 tahun penjara. Jessica terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin. Hakim berpendapat, unsur delik pembunuhan yang tercantum dalam pasal yang didakwakan jaksa telah terpenuhi.

Unsur delik yang dimaksud, yakni unsur barang siapa, unsur dengan sengaja, unsur direncanakan lebih dahulu, dan unsur merampas nyawa orang lain. Pertimbangan terpenuhinya unsur delik pembunuhan berencana yang disampaikan hakim dalam berkas vonis, sesuai rangkaian peristiwa yang dibeberkan jaksa.

Seluruh penjelasan tampak sama dengan apa yang dirangkai penyidik maupun dalam dakwaan jaksa. Vonis terhadap Jessica sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hakim sepakat dengan jaksa kalau Jessica memenuhi unsur pelanggaran Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Peristiwa mulai dari rencana pertemuan Jessica dengan Mirna, Hani, dan Vera di Kafe Olivier, dianggap majelis hakim sebagai satu rangkaian proses pembunuhan berencana. Selain itu, hakim juga menilai motif sakit hati jadi penyebab Jessica membunuh Mirna. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top