Bareskrim Tangkap Germo dan Empat PSK Asal Indonesia di Sarawak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bareskrim Tangkap Germo dan Empat PSK Asal Indonesia di Sarawak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Subdit III Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang Tipidum Bareskrim Polri kembali mengungkap perbudakan wanita yang menjadi pekerja seks komersial di luar negeri. Sebanyak empat wanita asal Indonesia didapati menjadi PSK di Sibu, Sarawak, Malaysia.

Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, Kombes Ferdy Sambo yang tergabung dalam Satgas TPPO ini menerangkan, terungkapnya kasus ini atas kerjasama lintas negara antara Polri dan Kepolisian Malaysia. Dan ini juga hasil pengembangan dua gadis di bawah umur yang sebelumnya telah dipulangkan ke Indonesia karena telah menjadi PSK juga di Malaysia.

“Sebelumnya kita sudah menangkap Reni, dia adalah pelaku yang merekrut dan mengantarkan dua korban ke Bandara Soekarno Hatta dengan tujuan Kalimantan Barat. Dari sana korban dikirim ke Entikong dengan jalur darat,” kata Ferdy, Kamis (12/1).

Lalu pada Senin (9/1) waktu setempat, petugas mengamankan empat WNI yang diperbudak menjadi PSK di Sibu. “Di sana kita juga tangkap seorang WNI yang menjadi germonya,” sambung mantan anak buah Kombes Krishna Murti ketika di Polda Metro Jaya ini.

Adapun keempat korban masing-masing bernama Rahayu (24) asal Jawa Barat, Laras Cantika (21) asal Medan, Kusnila (22) asal Jawa Barat dan Desi Wulan Sari (33) asal Surabaya. Untuk pelaku bernama Andi Afandi asal Indamayu.

“Selanjutnya kami berkerjasama dengan kepolisian Malaysia, lalu KJRI Kuching di Malaysia serta Subdit PPA Polda Kalbar untuk segers menyerahkan pelaku dan korban ke Indonesia,” tambah dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap seorang wanita bernama Reni (41). Dia adalah pelaku tindak pidana perdagangan orang yang memperkerjakan anak di bawah umur menjadi pekerja seks komersial.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto menerangkan, penangkapan ini dilakukan oleh Subdit III Dittipidum. Dari penangkapan itu juga, diamankan dua korban yakni Nuroh Indriyani Mekah (16) dan Nuralia (15) yang berasal dari Indramayu dan diberangkatkan ke Malaysia untuk dijadikan PSK.

“Korban ini direkrut pada bulan Oktober 2016. Awalnya diiming-imingi bekerja di restoran yang ada di Malaysia, tapi nyatanya keduanya dijadikan PSK,” kata Agus, Minggu (8/1).

Kedua korban kata dia diberangkatkan dari Indramayu ke Jakarta. Lalu diterbangkan lagi ke Pontianak, Kalimantan Barat. Di sana korban dijemput ACO yang kini masih buron. Dari situ dikirim ke Entikong menggunakan mobil.

Sesampainya di Negeri Jiran, dua korban diterima oleh ITA yang juga warga buron dan warga Indonesia. Di sana korban disuruh melayani tujuh pria hidung belang dalam sehari dan tanpa digaji.

“Kemudian korban Nuroh berhasil kabur saat akan dipindah ke daerah Bintulu, korban langsung menghubungi ibunya dan dilaporkan lagi KJRI Kuching. Korban dijemput KJRI dan dipulangkan ke Indonesia dengan dokumen SPLP, diterima pihak BNP2TKI,” lanjut dia.

Kemudian untuk pelaku dilakukan pengejaran. Baik dari BNP2TKI, Satgas TPPO Subdit 3 Bareskrim dengan dibantu oleh Unit PPA Polres Indramayu melakukan penyelidikan atas keberadaan Reni di wilayah Indramayu.

Reni pun tertangkap di Indramayu. Lanjut jenderal bintang satu ini menerangkan, dari penangkapan, polisi menyita dokumen data diri korban. Lalu ada telepon genggam tersangka. “Pelaku kami kenakan undang-undang TPPO nomor 21 tahun 2007,” tukas dia. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top