Bingung, Bawaslu DKI Dinilai Tidak Transparan, Berpihak ke Ahok? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Bingung, Bawaslu DKI Dinilai Tidak Transparan, Berpihak ke Ahok?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Sekretaris Tim Kampanye Anies Baswedan – Sandiaga Uno, Syarif, mengaku kecewa dengan kinerja Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) DKI yang dinilai berpihak terhadap calon nomor urut 2 pasangan Basuki T. Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidajat.

Menurut Syarif, Bawaslu DKI  tidak transparan terkait penangan sejumlah kasus  pelanggaran proses tahapan pesta demokrasi lokal di Jakarta.

“Bawaslu DKI bisa ditelan dan akan mengikuti siapa yang menekannya. Bawaslu itu, kerja hanya jalankan Undang-Undang (UU) dan aturan,” kata Syarif, Kamis (12/1). seperti diberitakan Kantor Berita Politik Rmo.co

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD DKI itu, merasa bingung dengan Bawaslu DKI sebagai wasit pemilu mengeluarkan rekomendasi pelanggaran administrasi terkait deklarasi dukungan kader NasDem Jakarta Timur.

Syarif juga mempertanyakan jika pelanggarannya menggunakan atribut NasDem bagaimana penilaiannya.

Sebab, yang ingin mendukung kader partai besutan Surya Paloh itu sendiri.

“Saya minta penjelasan detail pelanggaran itu. Itu harusnya masuk etika politik. Kok pelanggaran administrasi,” tanya Syarif.

Mantan Ketua KPU Jakarta Pusat itu mempertanyakan, pengetahuan komisioner Bawaslu DKI terkait ilmu pemilu.

Sebab, sejak 1999 pemilu secara langsung di Indonesia banyak kader partai lompat dukungan tidak pelanggaran.

Bahkan, belum lama ini ada sejumlah kader PDIP menggunakan atribut partainya mendukung Anies-Sandi tidak pelanggaran dan Ruhut Sitompul juga.

“Karenanya, kami berencana bawa kasus ini ke Dewan Kehormataan Pengawas Pemilu (DKPP),” tegasnya. “Saya juga minta tim seleksi (Timsel) Bawaslu RI jangan loloskan Mimah,” tambah dia.

Kemudian, Syarif mencontohkan, pelanggaran yang dilakukan pasangan Ahok-Djarot selalu dikatakan tidak memenuhi unsur atau waktunya sudah lewat.

Misalnya, kasus iklan display di salah satu media cetak lokal.

Ditambahkan Syarif,  di situ sangat jelas ada ajakan memilih, gambar Ahok-Djarot dan mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur menghadiri zikir Pimpinan Majelis Zikir Manaqib, Junaedi Albaghdadi, digelar di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu, (18/12).

“Nah, (15/12) ada iklannya. Masak bukan pelanggaran. Apalagi, diperkuat kehadiran Djarot. Ini juga alasan kami laporkan ke DKPP,” pungkasnya. (Rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top