Ngamuk, Donald Trump Sebut Wartawan Sekumpulan Keranjang Sampah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Ngamuk, Donald Trump Sebut Wartawan Sekumpulan Keranjang Sampah

FAJAR.CO.ID, USA  –  Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump ngamuk ke wartawan dalam jumpa pers pertamanya, Rabu malam (11/1/2017). Kemarahan Donald Trump sepekan sebelum pelantikannya sebagai Presiden AS bermula ketika wartawan CNN  di gedung putih Jim Acosta mencoba mengkonfirmasi bocoran dokumen tentang skandal Watersportsgate.

Dokumen yang disebut-sebut dimiliki agen intelejen Inggris itu disiarkan CNN dan situs online news BuzzFeed. Berita yang disiarkan CNN pada Selasa (10/1) itu langsung mengundang kehebohan di seantero AS.

Donald Trump telah membantah kabar tersebut melalui akun twitternya. Dia menyebut bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak lebih dari “berita palsu”.

Saat jumpaer pertamanya seminggu sebelum dilantik, Donald Trump menolak menjawab pertanyaan dari CNN yang hendak menkonfirmasi berita tersebut.

“Tidak, aku tidak akan menjawab pertanyaan Anda. Kalian penyebar berita hoax,” tegas Donald Trump saat menjawab pertanyaan Jim Acosta, seperti dilansir CNN, Kamis (12/1).

Donald Trump juga mengkritik BuzzFeed News, yang telah menerbitkan berita terkait skandal Donal Trump dengan para PSK di sebuah hotel mewah di Rusia.

“Kalian adalah sekumpulan keranjang sampah, dan akan ada konsekuensi atas ulah kalian,” kata Trump sewot.

Sebelum jumpa pers, BuzzFeed memuat lengkap dokumen Watersportsgate dan skandal di sebuah hotel mewah di Rusia. Laporan itu membuat Donald Trum sangat marah.

Dilaporkan CNN, Trump pernah menghadiri acara olahraga air di salah hotel mewah di Rusia sekitar tahun 2013. Hotel tersebut pernah menjadi tempat menginap Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama.

Di sana Trump menikmati waktunya untuk menonton para PSK memperagakan gerakan seksual yang disebut golden shower di atas ranjang yang pernah ditiduri pasangan suami istri Obama.

Menanggapi kemarahan Donald Trump, CNN kemudian merilis pernyataan bahwa mereka berbeda dari cara BuzzFeed menyampaikan laporan.

“Keputusan CNN untuk mempublikasikan laporan itu sangat hati-hati dan sumbernya dari pemerintah. Kita sangat berbeda dari keputusan BuzzFeed untuk mempublikasikan memo. Tim Trump tahu ini,” katanya.

“Kami membuat jelas bahwa kami tidak menerbitkan setiap detil dari dokumen setebal 35 halaman. Mengingat bahwa anggota tim transisi Trump telah begitu vokal mengkritik pelaporan kami, maka kami mendorong mereka untuk mengidentifikasi, apa yang mereka yakini tidak akurat,” pungkasnya. (Fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top