Pamitan ke Sarang Walet, Istri Tunggu tak Pulang-pulang, Ternyata Bripka Herman Sudah Meninggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Pamitan ke Sarang Walet, Istri Tunggu tak Pulang-pulang, Ternyata Bripka Herman Sudah Meninggal

Bripka Herman Putra (35) terbujur kaku di ruang IGD BLUD RSUD Kuala Kurun, Selasa (10/1).(ARHAM SAID/RADAR SAMPIT)

FAJAR,CO.ID, KUALA KURUN – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) berduka. Salah seorang anggotanya, Bripka Herman Putra (32) yang menjabat sebagai Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Kanit SPKT) Polres Gumas tewas. Diduga Herman meregang nyawa setelah tersengat listrik.

Kapolres Gumas AKBP Ardiansyah Daulay SIK melalui Wakapolres Kompol Qori Wicaksono mengatakan, kejadian bermula ketika pada Selasa (10/1) sekitar Pukul 10.00 WIB, korban pamit menuju sarang waletnya di Jalan menuju Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, tepatnya di dekat SMPN 4 Kurun.

Enam jam berlalu, hingga Pukul 16.00 WIB, korban yang sudah ditunggu istrinya, Titin, untuk makan siang tidak kunjung pulang. Merasa ada yang aneh, istri korban langsung mengecek dan menyusul korban. Setibanya di TKP, Titin terkejut ketika menemukan korban dalam posisi terlentang di atas bak air.

”Ketika istri korban sampai di TKP, dia melihat korban sudah tergeletak di lantai sarang waletnya. Korban histeris dan memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan. Selang beberapa saat kemudian, korban dilarikan ke BLUD RSUD Kuala Kurun, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Qori, Selasa (10/1).

Jarak antara tempat kejadian perkara (TKP) dengan rumahnya di Jalan Damang Sawang memang cukup jauh. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, ditemukan ada bor listrik yang digunakan untuk memperbaiki instalasi listrik. Kabel terminal listrik di bor tersebut terkelupas.

”Di TKP, kita menemukan satu buah bor listrik dan kabel terminal listrik serta terdapat bak penampungan air,” tuturnya.

Untuk sementara, lanjutnya, korban diduga tewas akibat tersengat arus listrik. Ini diperkuat dengan ditemukan luka memar di bagian pinggang sebelah kiri korban. Namun, untuk memastikan, dokter BLUD RSUD Kuala Kurun akan melakukan visum.

”Saat ini tim dokter dari BLUD RSUD Kuala Kurun sedang melaksanakan pemeriksaan untuk mengambil visum yang bersangkutan,” ujarnya.

Tewasnya Herman meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Tampak di ruang kamar mayat BLUD RSUD Kuala Kurun, istri korban Titin dan Mertua Kono A Junas tidak henti-hentinya menangis. Korban meninggalkan satu orang anak dan istri yang sedang hamil enam bulan.

”Anggota juga sudah kita perintahkan melakukan olah TKP di lokasi kejadian,” tandasnya. (arm/ign)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top