Polisi Incar 33 Tersangka Tambang Emas Ilegal, Ada 4 Saksi yang Diperiksa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Polisi Incar 33 Tersangka Tambang Emas Ilegal, Ada 4 Saksi yang Diperiksa

Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman beserta anggotanya kala menertibkan lokasi tambang emas ilegal di Sekatak beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Kepolisian Resort (Polres) Bulungan memanggil sebanyak 4 orang sebagai saksi ahli. Pemanggilan ini dilakukan dalam menanganai perkara tambang emas ilegal yang ada di Kecamatan Sekatak.

Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman melalui Kasatreskrim AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, pihaknya ingin meminta penjelasan dari saksi ahli tersebut terkait keterlibatan 33 orang tersangka dalam penanganan emas ilegal di Sekatak.

“Perkara ini (sudah sampai pemanggilan saksi ahli. Jika sesuai rencana, hari ini (kemarin, Red) baru dimulai pemeriksaan saksi ahlinya,’’ ungkapnya kepada Radar Kaltara (Radar Tarakan Group) saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (10/1).

Ia melanjutkan, apakah persoalan 33 orang tersebut bersifat melanggar ataupun tidak terkait dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tetang Mineral dan Batu Bara (Minerba).

“Tujuannya ini untuk memperjelas perkara illegal mining yang sejatinya melanggar undang-undang minerba,’’ ujar pria yang pernah menjabat Kasatsabhara di Polres Kutai Kartanegara (Kukar) ini.

Lanjut dijelaskan Prasetia, Apabila nanti dalam hasil keterangan saksi ahli membenarkan perkara illegal mining tersebut. Maka 33 tersangka nantinya bisa dijerat hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Tapi kita tunggu saja hasilnya nanti. Mudahan bisa segera diketahui hasilnya,’’ harapnya.

Dai keempat saksi ahli yang nantinya menjelaskan perkara illegal mining  tersebut, semua merupakan orang pertambangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bagian Dinas Pertambangan.

“Mengapa orang pertambangan? karena mereka jelas lebih mengetahui terkait teknis-teknis aturan dalam menambang,’’ bebernya.

“Namun, ini masih bersifat keterangan pembenaran perkara ini. Untuk ke depan apakah akan ada proses lanjutan lagi ataupun tidak itu dilihat dari hasil saksi ahli ini juga,’’ sambungnya.

Ia menambahkan, pasca ditetapkannya para pelaku penambang emas ilegal di Sekatak sebagai tersangka, sejauh ini sudah tidak ada lagi aktivitas di lokasi. Berbeda dengan penertiban sebelumnya yang bersifat upaya preventif dari Polres Bulungan.

“Di sana (Sekatak) sudah tidak ada aktivitas menambang lagi. Namun bukan berarti untuk penjagaan tidak kami lakukan, personel tetap siap siaga terutama personel kepolisian yang ada di Sekatak,’’ pungkasnya. (don/keg)

Click to comment
To Top