Polisi Masih Lacak Penghubung dalam Kasus Sabu 1 Kg – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Polisi Masih Lacak Penghubung dalam Kasus Sabu 1 Kg

ilustrasi

FAJAR.CO.Id, SAMARINDA – Muhammad Samsi Bahrun (34) dan Irwan Chateruddin (42), dua tersangka yang mendistribusikan narkoba 1 kilogram sudah berhasil dibekuk. Meski demikian, kepolisian tidak berhenti sampai di situ. Mereka melanjutkan pengejaran terhadap orang yang menyerahkan narkoba tersebut sebelum diambil Bahrun dan Irwan.

Untuk diketahui, Bahrun dan Irwan diamankan jajaran Satresnarkoba Polresta Samarinda di Jalan AW Sjahranie pada Senin (9/1) dini hari. Mereka terbukti tengah membawa narkoba 1 kg yang disimpan dalam stoples kek kering..

Kaltim Post secara khusus menemui keduanya dari balik jeruji khusus. “Tolong, saya tidak ingin diambil gambar,” ucap Irwan. Berdasarkan keterangannya, dia hanya dihubungi seseorang. Identitas orang yang dimaksud sudah diserahkan ke kepolisian. Hal senada disampaikan Bahrun.

Berdasarkan keterangan Bahrun, dirinya mengetahui jika stoples tersebut berisi obat terlarang. Hanya, dia enggan menyebut ke mana rencananya stoples itu akan diantarkan. “Ada orang lain lagi yang ambil,” ujar Bahrun didampingi petugas.

Dalam proses penangkapan, polisi sempat mengejar Irwan dan Bahrun yang mengendarai motor masing-masing. Hanya, tidak lama kemudian, mereka berhasil diamankan. Di lokasi penangkapan, polisi memeriksa seluruh barang bawaan mereka berdua. Akhirnya ditemui 20 paket narkoba di dalam amplop bersalut isolasi hitam, diletakkan di dalam stoples. “Di saat itu saya pasrah, karena memang salah,” sebut Irwan yang residivis di Polda Kalsel pada 2008.

Setelah sekian menit diwawancara, Irwan baru mengaku, rencananya narkoba itu akan dibawa ke kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir.“Ada dugaan kuat jika yang paling punya banyak peran adalah Irwan,” sebut Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Belny Warlansyah. Perwira berpangkat melati satu itu menduga kuat, jika keduanya merupakan jaringan antarkota di Kaltim yang punya jaringan luas hingga Kaltara.

Belny pun merunut lebih jauh, keduanya merupakan jaringan narkoba kelas kakap. “Ini yang kami jadikan acuan khusus,” sebut mantan Kapolsek Balikpapan Timur itu. Belny menjelaskan bahwa anggotanya sedang disebar ke seluruh daerah demi mengejar satu pelaku lain yang kini sudah dikantongi identitasnya. (fajar/ndy)

To Top