Alhamdulillah, Kuota Haji Tahun Ini Bertambah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Alhamdulillah, Kuota Haji Tahun Ini Bertambah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) harus melakukan persiapan jauh-jauh hari dalam menghadapi musim haji 2017. Sebab, penambahan kuota haji tahun ini membutuhkan kesiapan penyelenggaraan. Mulai administrasi, embarkasi, hingga layanan jamaah di Arab Saudi.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid mengatakan, kesiapan sejak dini harus dilakukan lantaran kuota yang tidak sedikit. Sebanyak 52.200 ribu kuota tambahan diberikan Arab Saudi dari kuota sebelumnya 168.800 ribu “Jadi, kan kuota sekarang 221 ribu dari 168.800 ribu jamaah pada 2015. Kemenag harus lipat gandakan kesiapan karena kan bertambah cukup banyak,” ujarnya saat ditemui di kompleks parlemen kemarin (12/1).

Kesiapan itu, kata dia, antara lain, berkaitan dengan administrasi pendaftaran awal. Poin tersebut jadi salah satu yang sa­ngat penting karena erat hubungannya dengan penerbitan visa. Dia mewanti-wanti, jangan sampai karena buruknya sistem administrasi, visa terlambat keluar. “Jangan sampai masalah visa pada 168 ribu jamaah kembali terulang. Lalu beralasan: kita baru tahu. Itu kan dadakan,” tegasnya.

Kemudian, persiapan embarkasi seperti soal petugas dan lain-lain. Lalu, kesiapan-kesiapan selama di Saudi seperti hotel, ketering, dan transportasi. Tak kalah penting, lanjut dia, masalah manajemen jamaah yang akan diberangkatkan.

Menurut dia, itu wajib jadi perhatian. Sebab, dengan manajemen jamaah yang baik, bisa disiapkan jamaah-jamaah yang betul-betul siap untuk berhaji. Bukan hanya menyangkut ibadahnya, namun juga soal mental dan fisik. “Tapi, selama ini manasik kan isinya hanya panduan soal ibadahnya. Padahal, kesiapan soal masalah kesehatan, kemudian pengetahuan kondisi medan di sana, lalu perlindungan dan keamanan kan juga penting. Ini yang sering dilupakan,” tuturnya.

Ditemui dalam kesempatan sama, Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil memastikan bahwa persiapan mulai dicicil pada Oktober 2016. Namun, dia mengakui, kesiapan itu lebih ditujukan untuk tambahan kuota 10 ribu, hasil lobi Presiden Joko Widodo sejak dua tahun lalu. “Kami memang tidak mengira kuota akan dikembalikan ke kuota asal. Tapi, segera dipersiapkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa titik krusial yang segera disiapkan. Yakni, persiapan dalam negeri yang mencakup embarkasi dan penyiapan kloter. Tahun ini diperkirakan ada penambahan hingga 115 kloter dari 385 kloter pada 2016. Penambahan itu juga akan dibarengi dengan jumlah petugas haji dari 3.250 menjadi 3.500 orang. “Mereka diberangkatkan dari 13 embarkasi. Tentu harus ada kesiapan personel yang mengawasi juga,” ujarnya. Untuk di luar negeri, Kemenag akan kembali melakukan perhitungan soal jumlah akomodasi hotel, transportasi, dan ketering.

Disinggung soal pengaruh penambahan kuota ke biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), Djamil belum bisa memastikan. Dia mengatakan, dibutuhkan perhitungan lagi untuk mengetahui apakah penambahan kuota bisa berpengaruh pada besaran BPIH. “Belum tahu. Nanti baru dihitung bersama DPR,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sodik. Dia mengatakan, pembahasan BPIH baru dilakukan dua pekan lagi. Pihaknya masih harus menunggu laporan keuangan penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu untuk bisa menyusun besaran BPIH tahun ini. “Belum bisa langsung diperkirakan turun. Yang jelas, kami sudah mengantongi standar harga dari masing-masing komponen. Jadi akan lebih mudah. Tahun lalu kami berhasil turunkan sampai USD 500 kan. Semoga saja,” ungkapnya.

Dari pembahasan di akhir Januari, Sodik menargetkan pembahasan BPPIH rampung sebelum Ramadan tiba. Kira-kira pada Maret 2017.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, tambahan kuota 52,2 ribu itu akan diprioritaskan bagi jamaah yang belum pernah naik haji.

“Prioritas betul-betul ditujukan bagi yang belum berhaji sama sekali,” kata Lukman setelah menyampaikan sambutan acara Halaqah Ulama “Refleksi 33 Tahun Khittah NU” di Situbondo sebagaimana dilansir situs Kemenag kemarin.

Karena itu, Lukman berharap jamaah yang sudah pernah berhaji bisa berbesar hati memberikan kesempatan kepada sesama saudaranya yang belum berhaji. Dia menjelaskan, kewajiban berhaji sebenarnya hanya sekali dalam seumur hidup. Mereka yang sudah pernah menjalankan sesungguhnya tidak berkewajiban untuk berhaji lagi. “Kewajibannya sudah gugur, maka kita berikan kesempatan bagi yang belum berhaji sama sekali,” tuturnya.

Lukman mengaku bersyukur atas penambahan kuota menjadi 221 ribu itu. Kata dia, kenaikan tersebut sangat berarti karena su­dah empat tahun kuota Indonesia dipotong 20 persen hingga tinggal 168.800 jamaah. “Mudah-mudahan ini akan semakin memperpendek antrean para calon jamaah haji Indonesia,” katanya. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top