Astaga, Pembantu yang Bunuh Majikan Ternyata Alami Gangguan Jiwa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Astaga, Pembantu yang Bunuh Majikan Ternyata Alami Gangguan Jiwa

FAJAR.CO.ID, SUNGAI KUNJANG – Taufik alias Upik (57), pembantu yang melakukan pembunuhan terhadap majikannya, Chamim Imron, disebut mengalami gangguan kejiwaan.

Atas kabar tersebut, kepolisian pun intens berkoordinasi dengan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam hingga Kamis (12/1) kemarin.

Beberapa saksi sudah diperiksa kepolisian. Tarbiyah Nur, yang menemukan Imron sedang sekarat setelah dianiaya Upik mnggunakan senjata tajam, mengaku menyaksikan kejadian itu.

Begitu juga keterangan saksi lain, yakni pedagang minuman keliling yang sempat melihat Upik menyeret tubuh korban selepas melakukan penusukan.

Setelah kejadian, Upik diketahui bersembunyi di halaman samping rumah lokasi kejadian. Polisi dengan sigap mengamankan pelaku ke Polsekta Sungai Kunjang serta membawa pelaku ke RS Dirgahayu.

Video proses penyelamatan korban sempat viral di jagat maya. Netizen pun ramai menanggapi aksi evakuasi korban tersebut.

Polisi disebut lebih mementingkan mengamankan pelaku ketimbang keselamatan korban yang tengah kritis.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Reskrim Polsekta Sungai Kunjang Ipda Suyatno menyebut sudah sesuai prosedur.

Itu juga sebagai bentuk antisipasi aparat agar pelaku tidak berulah ketika polisi mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Siapa yang bisa menjamin tidak akan muncul korban lain? (jika pelaku tidak lebih dulu ditangkap)” ungkap Suyatno.

Mereka berkaca dari kejadian berdarah di sekitar lokasi yang sama, terjadi beberapa bulan lalu. Yakni aksi Udin yang meneror warga dengan sebilah parang dan menimbulkan banyak korban.

Suyatno menjelaskan, Imron mendapat lebih dari dua tusukan dan banyak di bagian kepala. Hingga kini, polisi juga masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.

Disinggung mengenai kondisi kejiwaan pelaku, perwira kepolisian berpangkat balok satu itu memberi penjelasan.

Selama dimintai keterangan, pelaku selalu bisa menjawab dengan normal. Bahkan, dia bisa dengan gamblang menjelaskan nama lengkap dan tempat tinggal.

“Tapi kalau ditanya alasan membunuh baru keterangannya berubah-ubah,” sebut Suyatno. Polisi sudah mengagendakan pertemuan dengan dokter dari RSKD Atma Husada Mahakam untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

Upik yang sempat ditemui awak media kemarin menuturkan, antara dia dan korban tidak memiliki ikatan saudara. Bahkan, dirinya tak pernah merasa bermasalah.

“Kemarin itu ramai, ada yang mau pukul saya,” kicaunya. Ditanya lebih detail, respons yang diberikan malah jawaban yang bukan ditanyakan.

Nantinya, polisi bakal melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari bukti dan menunggu hasil observasi Upik. (Fajar/jpnn)

Click to comment
To Top