Ini Dia Pengusaha Batu Bara yang Bawa Kokain, Siap-siap Hukuman Mati! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ini Dia Pengusaha Batu Bara yang Bawa Kokain, Siap-siap Hukuman Mati!

Hokky Sugianto

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Hokky Sugianto hanya bisa tertunduk pucat saat kejahatannya dibeberkan di depan awak media di Kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, kemarin. Dia tertangkap tangan memiliki kokain, narkotika jenis I yang baru pertama masuk Balikpapan. Pria 34 tahun ini pun terancam hukuman mati.

Diketahui, Hokky adalah warga Kampung Baru, Balikpapan Barat. Dia juga seorang pengusaha batu bara di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kepala BNNK Balikpapan Halomoan memaparkan, di tangan Hokky petugas menemukan narkotika golongan I. Yakni, satu paket kokain dengan berat 3,4 gram, satu paket ekstasi sebanyak 20 butir dan satu paket sabu-sabu seberat 5,4 gram di dalam plastik klip berwarna bening. “Khusus kokain, ini narkotika yang baru pertama kali masuk ke Balikpapan,” kata Halomoan.

Kepada BNNK Balikpapan, Hokky mengaku, mendapatkan barang haram tersebut dari Negeri Kincir Angin, Rotterdam, Belanda. Cara membelinya, pria bertato di lengan kanan itu, memesan via online. Lalu, mengirim barang haram tersebut melalui layanan ekspedisi milik pemerintah, Pos Indonesia.

Halomoan mengungkapkan, terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan warga Desember 2016. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya dibantu Bea Cukai Balikpapan dan Polres Balikpapan serta di-backup BNN Provinsi Kaltim, melakukan pengintaian gerak-gerik Hokky.

Mulai dari masuknya barang tersebut ke Indonesia, via Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kemudian masuk ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, hingga barang tersebut sampai di tangan pria kelahiran Balikpapan, 30 Agustus 1982 itu.

Halomoan mengatakan, Hokky diringkus di Kantor Notaris, Jalan Mayjen Sutoyo, RT 44, No 3, Kelurahan Gunung Malang, Balikpapan Tengah, Senin (9/1) lalu. “Kami tangkap dia (Hokky) di dalam mobil BMW,” ungkapnya.

Namun, bukan hanya menggagalkan barang haram dari Belanda. Saat petugas menggeledah Hokky, petugas menemukan barang haram lainnya di dalam mobil Hokky. Yaitu, dua paket sabu-sabu, dengan berat masing-masing 0,85 gram dan 0,48 gram beserta seperangkat alat isap sabu (bong).

Selain itu, petugas menyita dua unit korek api jenis gas, satu unit timbangan digital, dua buah KTP, dan satu buah SIM atas nama Hokky Sugianto. Serta, satu unit iPhone 7, satu unit laptop merek Apple, dan satu unit mobil BMW abu-abu bernomor polisi KT 1250 KW beserta kunci dan STNK-nya.

Melihat banyaknya barang narkotika dan adanya timbangan yang dimiliki Hokky, Halomoan meyakini Hokky adalah bandar narkotika. Sebab, Hokky juga mengaku akan mengedarkan barang-barang haram tersebut di Balikpapan. “Dia mengaku, suka main ke THM (tempat hiburan malam). Barang itu akan dijual ke teman-temannya di THM,” bebernya.

Menyikapi perbuatan Hokky, Halomoan menegaskan tidak akan main-main. Dia menyampaikan, Hokky dikenakan Pasal 114, 113, 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Memang, dia bisa dikenakan pasal 124. Tapi, mengingat bahaya narkoba parah dan untuk melindungi warga Balikpapan, saya akan ancam dia hukuman mati,” tegasnya.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea dan Cukai Kaltim Hatta Wardhana menyampaikan, pihaknya telah memetakan negara yang kerap membawa narkotika masuk ke Indonesia. Yakni, Belanda, India, Tiongkok dan Thailand. “Demi menjaga masuknya narkotika ke Indonesia, kami akan perketat barang-barang yang datang khusus dari negara-negara tersebut,” pungkasnya. (*/ay/rsh/k15)

loading...
Click to comment
To Top