Posting Babi Imut dengan Keterangan ‘Buat Lebaran Haji’, Pria ini Nginap di Bui – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Posting Babi Imut dengan Keterangan ‘Buat Lebaran Haji’, Pria ini Nginap di Bui

FAJAR.CO.ID, SANGATTA – Terdakwa kasus penista agama, Nico Demus Silaban (24), dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan denda Rp 5 juta, subsider tiga bulan penjara kemarin (11/1). Pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sangatta, majelis hakim menganggap Nico melanggar Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atas unggahannya di laman Facebook beberapa waktu lalu yang berpotensi SARA.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Pada sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) M Israq menuntut terdakwa dengan hukuman 1,5 tahun. Hukuman itu sangat ringan bila meninjau hukuman maksimal dalam pasal yang didakwakan, yakni penjara paling lama enam tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar.

Ketua mejelis hakim Tornado Edmawan menjelaskan, putusan tersebut sudah berdasarkan bukti dan fakta dalam persidangan. Selain itu, terdakwa sebelumnya sudah mengakui perbuatannya.

“Dia mengaku iseng, tentu saja hal tersebut fatal sehingga masuk dalam ranah pidana,” ungkapnya, ditemui selepas persidangan.

Diketahui, Nico dijerat UU ITE karena telah iseng mengunggah foto babi dengan keterangan harga Rp 14 juta serta keterangan lain bertuliskan, “Babi Imut Bisa Buat Lebaran Haji”. Itu diunggahnya di laman Facebook Forum Jual Beli Sangatta Kutai Timur (FJBSKT), Kamis (11/8), jelang Iduladha. Hal itu pun membuat berbagai komentar dan berpotensi SARA, sehingga kasus ini ditangani polisi.

Kembali ke Tornado, dia berharap, masyarakat belajar dari kasus tersebut. Yakni, tidak mencari perhatian dengan mengunggah sesuatu yang bisa menimbulkan pertentangan di masyarakat. Terlebih, saat ini, pemerintah pusat sedang fokus terhadap kasus yang berkaitan dengan penyebaran informasi tidak benar alias hoax dan berbau SARA melalui sosial media.

“Kami berharap, warga memerhatikan apa yang diunggah. Berkomentar juga yang sewajarnya, karena bisa saja mengarah ke pencemaran nama baik bahkan SARA,” sebutnya.

Sementara itu, Nico enggan berkomentar banyak. Dia mengaku akan berkomunikasi dengan keluarga besarnya. Selepas putusan, Nico punya waktu tujuh hari untuk melakukan banding atau menerima hukuman. “Saya masih berada di bawah pengawasan keluarga, tentu saya akan berbicara dulu,” paparnya. (*/dns/ica/k8)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top