SPG Bisyar Sama Germonya Digerebek Polisi Lagi Ngelayani Tamu, nih Penampakannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

SPG Bisyar Sama Germonya Digerebek Polisi Lagi Ngelayani Tamu, nih Penampakannya

FAJAR.CO.ID PONTIANAK – Bisnis prostitusi online di daerah makin marak. Paling terbaru, kasus bisnis esek-esek tersebut kembali terungkap di Kota Pontianak.

Lagi-lagi yang ‘dijual’, oleh muncikari atau germonya adalah Sales Promotion Girl (SPG) bisya alias bisa dibayar.

Ditreskrimum Polda Kalimantan barat (Kalbar) untuk ketiga kalinya meringkus muncikari dan wanita panggilan di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada. Kemudian di Hotel G, Jalan Jenderal Urip, Pontianak Kota.

Semua wanita panggilan itu bekerja sebagai SPG dan telah menjalani profesinya lebih dari satu tahun.

Polisi juga meringkus Indra, warga Desa Peneti Dalam I, Segedong, Mempawah selaku muncikari dan dua wanita yang dijualnya.

Kasubdit IV Ditreskrimum, AKBP Hujra Soumena yang memipin operasi penangkapan itu mengaku, pengungkapan berawal dari informasi warga.

Polisi kemudian menyamar sebagai pelanggan yang memesan wanita panggilan melalui layanan Whats App (WA). Indra pun menyodorkan dua wanita bertarif Rp 3 juta per orang.

Indra meminta kepada anggota yang menyamar itu untuk memesan kamar di Hotel Star. Polisi memesan kamar 110 dan 112. Kemudian Indra mengantar kedua wanita itu langsung ke kamar hotel.

“Saat transaksi dilakukan oleh anggota yang menyamar, tersangka (muncikari) langsung diamankan,” kata AKBP Hujra, Jumat (13/1).

Polisi menggerebek kamar 110 dan 112 yang di dalamnya sudah dihuni masing-masing wanita yang menunggu pelanggannya.

Dialah Fit, 22, warga asal Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sehari-harinya dia bekerja sebagai SPG di Bandung.

Kemudian Rid, 30, warga asal Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Sehari-harinya, dia bekerja sebagai SPG salah satu Factory Outlet di Bandung.

Kini tersangka dan korban masih diperiksa di Mapolda Kalbar. Polisi melakukan pengembangan dan pendalaman kasus.

Di hadapan polisi, Indra mengaku memiliki jaringan wanita asal Bandung, Jakarta dan Pontianak.

Mereka siap dijual kepada pria hidung belang. Selama 2016, Indra mengaku telah menjual perempuan lebih dari sepuluh kali dengan tarif bervariasi, Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta. Setiap penjualan, Indra dapat bagian Rp 500 ribu.

“Tersangka masih diperiksa, dia dijerat pasal 296 KUHP dengan acaman setahun empat bulan penjara,” tegas AKBP Hujra.

Click to comment
To Top