7 Bocah Pelaku Pencabulan Siswi SMP Terancam 15 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

7 Bocah Pelaku Pencabulan Siswi SMP Terancam 15 Tahun Penjara

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Tujuh terdakwa kasus pencabulan yang menjerat JS 14, AD 14, LR 14, AS 14, MY 12, BS 12, serta HM 14 dimana semuanya masih anak-anak warga Kalibokor dan Ngagel, ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (13/1). Kasus pencabulan terhadap ZR, 13, siswa SMP ini terjadi di daerah Ngagel, dan Kalibokor.

Sidang yang berlangsung tertutup ini dipimpin oleh hakim ketua FX Hannung Dwi Wibowo di ruang sidang anak Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dengan didampingi oleh orang tua masing-masing, ketujuh terdakwa ini akhirnya menjalani sidang yang pertama kalinya.

Usai sidang orang tua masing-masing menutup wajah para bocah ini dengan jaket dan kain, agar tidak menjadi bidikan kamera para wartawan. Ini membuat salah satu terdakwa tanya kepada orang tuanya. “Pakai acara ditutup-tutup begini sih bu? aku kan jadi malu,” ucap salah satu terdakwa.

Saat itu juga orang tuanya menjawab. “Kamu sudah tahu malu, ya melakukan itu (pencabulan.red), kalau tidak malu buka aja jaketnya,” jawab orang tuanya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhuthu mengatakan jika ketujuh terdakwa dijerat dengan pasal 81 dan 82 KUHP tentang perlindungan anak.

“Hukumannya maksimal 15 tahun, tapi karena anak-anak tiga perempatnya dari hukuman maksimal,” ucap Wilhelmina.

Kasus pencabulan kepada ZR, 13 ini terjadi di kawasan Ngagel, dan Kalibokor. Polisi menetapan  tujuh tersangka antara lain JS,14, AD, 14, LR,14, dan AS,14,MY,12, dan BS,12, serta HM,14 dimana semuanya tersangka itu tidak ditahan oleh polisi lantaran usianya dibawah umur.

Tujuh  tersangka ini mencabuli Bunga, sejak April 2016, dimana pelaku mencabuli korban di daerah Ngagel serta Kalibokor. Dari keterangan korban, dia sendiri sudah dicabuli sejak masih TK atau sekitar umur empat tahun.

Sementara orang yang pertama melakukan pencabulan tersebut adalah AS, yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Awalnya AS hanya melakukan pelecehan terhadap Bunga, mulai dari meremas payudara hingga menciumi Bunga. Hal itu terus berlanjut hingga AS dan Bunga masuk SMP.

Saat ditangkap polisi, AS ternyata tidak hanya mencabuli Bunga saja, melainkan AS juga mengenalkan bunga dengan pil doubel L. Bahkan hampir setiap kali sebelum melakukan pencabulan itu, dia terlebih dahulu memberikan bunga pil doubel L itu. Setelah dalam kondisi mabuk, AS langsung melakukan perbuatanya.

Sejak saat itu, korban seperti ketagihan seks. Hal inilah yang dimanfaatka oleh tujuh tersangka lain untuk ikut serta melakukan pencabulan itu. Berbeda dengan AS, tujuh pelaku mulai melakukan perbuatan itu kepada korban sejak bulan April  2016 lalu.

Mereka mencabuli korban secara beramai-ramai di beberepa tempat seperti balai RW dan di pinggir kereta tidak jauh dari rumahnya.

Tidak berhenti sampai disitu, korban yang sudah ketagihan seks dan pil koplo sering membeli pil doubel L tersebut dengan cara mengemis di makam yang tidak jauh dari rumahanya. Setelah mendapatkan uang tersebut, Bunga lantas membeli pil koplo dan dikonsumsi sendiri. (Fajar/jpg)

To Top