Ckckckc… Ini Sikap Ahok dalam Debat yang Mau Bodohi Masyarakat Jakarta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Ckckckc… Ini Sikap Ahok dalam Debat yang Mau Bodohi Masyarakat Jakarta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komite Pemantau Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) mengapresiasi acara debat perdana cagub-cawagub DKI yang diselenggarakan oleh KPUD Jakarta, Jumat malam (13/1), yang disiarkan langsung media elektronik televisi dapat berjalan lancar.

“Meskipun acara debat perdana berlansung lancar namun pihak panitia acara debat menunjukkan rasa khawatir yang berlebihan seolah-olah negeri ini sedang dalam posisi bahaya,” ujar Koordinator KP3I Tom Pasaribu melalui sambungan telpon, Sabtu (14/1).

Tom mengatakan, rasa khawatir yang berlebihan dari pihak panitia dan kejanggalan yang terlihat sangat nyata adalah ketika para pasangan cagub-cawagub ditanya oleh pembawa acara apakah tidak akan maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Tom, setelah pertanyaan yang disampaikan oleh moderator debat, hanya pasangan cagub-cawagub nomor urut 1 dan nomor 3 yang terlihat berdiri dan menyatakan sikap tidak akan maju pada pilpres.

“Sedangkan pada pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 yang berdiri hanya Djarot saja dan juga menyatakan sikap tidak akan maju. Sementara Ahok tidak berdiri dan menyatakan sikap tidak akan maju pada pilres,” kata Tom.

Tom menilai tidak berdirinya Ahok mendampingi Djarot untuk menyatakan sikap tidak akan maju pada pilpres mendatang menunjukkan bahwa Ahok ada rencana akan maju mencalonkan diri pada pilpres 2019.

“Hal itu menunjukkan sikap Ahok yang mau membodohi kembali masyarakat Jakarta bila terpilih pada Pilkada DKI yang akan digelar pada 15 Februari 2017,” jelas Tom.

Tom menyarankan, setidaknya masyarakat Jakarta secara khusus dapat menangkap sinyal yang ditunjukkan oleh cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Agar pada pilkada DKI yang akan digelar pada tanggal 15 Februari mendatang masyarakat Jakarta tidak salah memilih calon pemimpin DKI kedepan.

“Cukup satu kali saja lah dibodohi dengan janji-janji palsu. Agar kedepan masyarakat Jakarta tidak kecewa lagi,” saran Tom. (Rmol/fajar)

Click to comment
To Top