Dituding Menipu, Pilot Ini Polisikan Maskapai Qatar Airways – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Dituding Menipu, Pilot Ini Polisikan Maskapai Qatar Airways

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dituduh melakukan penipuan di media sosial (medsos), Gema Merdeka Wiyardi, salah seorang pilot di sekolah penerbangan, 14DayPilot Flight Academy, melaporkan sejumlah penerbang dari maskapai nasional dan luar negeri ke Bareskrim Polri.

Dia mengaku telah disebut sebagai penipu oleh sejumlah orang melalui akun facebook. Gema menerangkan, kejadian itu bermula ketika dia mempromosikan sekolah penerbangan yang dia gawanginya di akun facebook. Lalu ada sejumlah orang mengomentari dan menudingnya sebagai penipu.

“Kejadiannya pada bulan September 2016. Akibat kejadian ini perusahaan saya mengalami kerugian hingga Rp 1,5 miliar,” kata Gema Merdeka di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1).

Dari laporan itu, ada total tujuh terlapor yang dipolisikan. Yakni, Tri SP selaku pilot inspektor Boeing 737 DKU PPU Perhubungan Udara; lalu ada nama Faisal Ramon, Fadjar Nugroho, Malatua Hasiholan Limbong, Richard Wijaya, Edi Nur Prasetya, Anto Adiyatma. Para terlapor merupakan para pilot maskapai Qatar Airways dan Garuda Indonesia.

Dalam laporannya, Gema juga membawa bukti screenshot ucapan para terlapor di facebooknya. Dia menegaskan, bila dia memang menipu, maka para terlapor silahkan tunjukan pihak mana yang telah tertipu. Namun nyatanya tidak ada, dan kejadian ini berujung pada kerugian dirinya.

Sementara itu, Henry Indraguna selaku kuasa hukum Gema menambahkan, pihaknya melaporkan para terlapor dengan pasal 310 dan 311 KUHP, lalu dimasukan juga UU ITE Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 36 UU ITE.

“Terlapor ini menyerang kehormatan klien kami. Kerugian klien saya karena banyak yang membatalkan (sekolah penerbangan) karena ragu baca berita di facebook. Padahal sudah bayar,” bebernya.

Atas laporan ini, dia berharap Bareskrim segera memeriksa terlapor. Dia bahkan enggan bermaafan dengan para terlapor bila nantinya dipertemukan. “Kami ingin tetap proses hukum. Belum ada kata damai untuk sekarang ini,” kata dia.

Pasalnya harga diri dia telah rusak oleh ulah pelaku. Laporan ini teregister di Sentra Pelayanan Kepolisian Bareskrim dengan nomor LP/44/1/2017Bareskrim. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top