Gerindra Menilai, Pemaparan Anies-Sandi yang Paling Berbobot – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Gerindra Menilai, Pemaparan Anies-Sandi yang Paling Berbobot

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Penampilan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakata,  Anies Baswedan- Sandiaga Uno membuat kepuasan tersendiri bagi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, Mohamad Taufik.

Ia meyakinkaan, hasil debat perdana yang digelar KPU DKI pada jumat malam (13/1), memberi dampak positif terhadap kedua pasangan calon (paslon) pengusung partai pimpinan Prabowo itu. 

“Makin banyak debat kami makin senang, karena makin banyak debat maka pilihan akan ke Anies-Sandi makin tinggi,” kata Taufik usai menyaksikan debat perdana Pilgub DKI di posko pemenangan Anies-Sandi di Cicurung, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/1) malam.

Keyakinan Taufik itu setelah melihat pemaparan yang disampaikan Anies-Sandi. Menurut dia, dari tiga pasangan calon pemaparan Anies-Sandi yang menurutnya lebih berbobot.

“Saya kira seluruh jawaban Anies mantap dan ada teman-teman lihat apa yang ditanyakan Anies dijawab dengan tuntas. Baik soal tenaga kerjaan, ekonomi, pendidikan, apalagi itu gimana bangun pendidikan itu bukan cuma bangun sekolah-sekolah ya, masih ada haluan sekolah yang belum terbangun dengan baik. Soal karakter mental itu yang saya kira yang paling menyentuh itu adalah gimana masyarakat harga dirinya diakui itu,” kata Taufik.

Taufik malah melihat dari hasil debat itu pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat sulit meraih suara. Sebab, dia melihat yang dipaparkan keduanya lebih banyak bohong.

“Saya kira pasangan terberat nomor berapa tuh, ya nomor 2 ya. Karena Ahok saya ingin sampaikan bohong loh soal gini rasio Jakarta berdasarkan dasar statistik 0,43 bukan 0,41 dan dia tidak pernah turun. Ini data statistik nih, jadi Ahok emang doyan klaim-klaim gitu. Kan baru keluar tahun 2015, tahun 2016 belum, 0,43 Jakarta, Jakarta percaya data stastik dong. Lebih baik sedikit dari pada Papua,” kata Taufik.

Menurut dia, indikasi bohong itu terlihat dari data yang tak sesuai. Dia melihat pemaparan yang disampaikan pasangan Ahok-Djarot tak sesuai dengan data sebenarnya.

“Ya berarti Anda mnyampaikan data tidak akurat soal angka kemiskinan Anda bilang kemiskinan turun padahal selama 3 tahun Anda aja tidak turun-turun. 0,2 tinggi loh,” kata Taufik. (Rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top