Eliminasi Kusta Lewat “Active Case Finding” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Eliminasi Kusta Lewat “Active Case Finding”

 
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Target pemerintah untuk eliminasi penyakit kusta adalah tahun 2020. Namun, untuk menuju target tersebut didahului dengan target eliminasi untuk tiap provinsi di Indonesia pada tahun 2019.
Kementerian Kesehatan selaku “leading sector” yang membidangi pencegahan penyakit kusta, terus berupaya melakukan edukasi hingga penyediaan obat secara gratis bagi penderita kusta di Indonesia.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Muhammad Subuh MPPM mengatakan, kalau penyakit kusta termasuk penyakit menular yang disebabkan bakteri, tetapi sulit menular. Penularannya pun hanya melalui kontak cairan langsung, misalnya melalui cairan pernafasan, bukan melalui lukanya.
“Kalau yang namanya penyakit disebabkan bakteri pasti ada obatnya. Dan obatnya pun gratis kita sediakan,” kata Muhammad Subuh dalam acara temu media di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Jumat 27 Januari 2017.
Hingga saat ini ternyata masih ada 14 provinsi di Indonesia yang belum eliminasi kusta. Padahal target pemerintah 2019 sudah eliminasi. Untuk itu, Kementerian Kesehatan menerapkan strategi tahapan eliminasi provinsi. Dimana pada tahun 2015 lalu Provinsi Banten eliminasi kusta, tahun 2016 lalu Jawa Timur dan Aceh, tahun 2017 ditargetkan di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, tahun 2018 Provinsi Sulsel, Sulteng, Sulbar, dan Kalimantan Utara, serta di tahun 2019 adalah Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
“Kita mau prevalensinya kurang dari 1 dari per 10 ribu penduduk,” kata Subuh.
Walaupun ada eliminasi, lanjut Subuh, tetapi perkembangan kasus baru terus meningkat. “Ini warning karena munculnya kasus baru disejumlah provinsi yang dinyatakan eliminasi. Tetapilebih dominan dijumpai didaerah Indonesia Bagian Timur,” ungkap Subuh.
Dengan munculnya kasus baru, Kementerian Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif menemukan penderita kusta. “Ini ibarat gunung es yang harus kita bongkar. Jadi lewat pendekatan keluarga program Active Case Finding ini bisa berhasil dan mencegah penderita mengalami cacat tingkat 2. Jadi kalau dijumpai ada bercak putih dikulit tetapi tidak gatal, kami mohon segera periksakan ke tempat pelayanan kesehatan agar bisa dilakukan tindakan pencegahan lebih dini,” jelasnya.
Petugas kesehatan didaerah pun, kata Subuh harus mengedukasi atau memberikan pengetahuan pada keluarga, tentang bagaimana mengenali kusta sejak dini.
Click to comment
To Top