Anies: Jakarta Utara APM-nya Rendah Padahal Tempat Tinggal Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Anies: Jakarta Utara APM-nya Rendah Padahal Tempat Tinggal Ahok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan menilai pemerintah Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tak perlu mengumbar dan mengklaim sebagai prestasi yang baik jika Angka Partisipasi Murni (APM) melebihi angka APM nasional.

“Ini Jakarta, 60 persen lebih perekonomian Indonesia di Jakarta dan bicara APM tadi di atas nasional, ya enggak perlu bangga. Wong Ibu Kota,” ujar Anies saat debat kandidat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1)

Menurur Anies, justru yang harus diketahui publik adalah fakta APM di Jakarta Utara lebih rendah ketimbang di Biak. Padahal kata Anies di Jakarta Utara merupakan tempat tinggal Ahok. Urusan pendidikan padahal kata Anies merupkan urusan paling mendasar warga negara.

“Disana rumah gubernur Jakarta tinggal, tapi APM nya lebih rendah dari Biak,”sindir Anies

Masih berkaitan dengan pendidikan, Anies juga menyinggung mengenai masih banyak warga Jakarta yang belum menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Bagaimana kita menitipkan Jakarta lima tahun lagi pada anda (Ahok-Djarot), ketika mengurusi ini saja tidak beres. Ini mendasar bagi semua keluarga di Jakarta. Memastikan anaknya bisa sekolah itu paling mendasar,” kata Anies.

Atas dasar itu, Anies menegaskan akan merealisasikan program KJP Plus yang  tidak hanya bisa digunakan oleh anak yang bersekolah, tapi bisa juga digunakan untuk anak yang putus sekolah.

Dengan begitu tambah Anies, penyebaran kartu itu dapat dirasakan oleh semua warga Jakarta dengan memberi kewenangan bagi RT/RW untuk memberikannya kepada warga yang berhak.

“RT/RW-lah yang paling mengetahui permasalahan di lingkungannya masing-masing. Karena mereka yang tahu mengenai masyarakat miskin di Jakarta. Sekolah bukan orang yang paling tahu tentang itu. Tugas guru mendidik di sekolah, untuk menjangkau warga miskin kita gunakan aparatur warga. Semua dapat KJP Plus,” demkian Anies.

Sebelumnya, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat mengatakan membutuhkan waktu lima tahun lagi untuk meningkatkan APM di Jakarta.

“Kami butuhkan waktu, lima tahun tidak cukup. Lima tahun kita akan tunjukkan bahwa anak-anak DKI betul betul unggul sampai dengan perguruan tinggi negeri, bukan hanya tingkat SMA,” kata Djarot. (Rmol/fajar)

To Top