Bule Perempuan Jerman Ditemukan Hanyut di Sungai, Tangan Terikat dan Wajahnya Hancur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Bule Perempuan Jerman Ditemukan Hanyut di Sungai, Tangan Terikat dan Wajahnya Hancur

FAJAR.CO.ID BALI – Warga Banjar Tagtag, Desa Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan, geger. Penemuan sesosok jenazah perempuan ini tersangkut di bebatuan aliran sungai Yeh Ho, Rabu (26/1) sekitar pukul 11.00.

Jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar yakni Ni Made Nuasih, 47, warga Banjar Bendul, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, karena sungai Yeh Ho, berada di perbatasan antara Desa Tegallinggah dan Desa Jegu.

Waktu itu saksi pergi ke pinggir sungai untuk mencari bambu yang akan digunakan untuk patok sawahnya.

Namun, saat asyik memotong bambu, mata saksi tertuju pada sesuatu yang tersangkut di bebatuan sungai dengan bau busuk menyengat yang dikiranya adalah mayat babi.

Ternyata tampak kaki terikat. Setelah dicek mayat manusia. Namun wajahnya sudah tidak bisa dikenali karena mayat sudah membengkak.

“Saya langsung memberitahu suami saya I Wayan Sudirta. Lalu, suami saya menelepon adiknya yang kebetulan anggota BPBD Tabanan serta melapor ke Polsek Penebel. Waktu itu saya hanya gemetar karena kaget,” ujar wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai petani tersebut.

Jenazah ditemukan dalam kondisi sudah membusuk. Ada  luka robek pada kepala bagian kiri atas, lidah menjulur, rambut bagian depan yang sudah mulai hilang dan banyak lebam pada sekujur tubuh.

Parahnya lagi jenazah diduga merupakan korban pembunuhan karena tangan korban diikat menggunakan tali plastik berwarna biru dan kabel listrik transparan.

Di samping itu pergelangan kaki korban juga diikat menggunakan tali rafia berwarna hitam, begitu pula dengan leher korban yang terikat dengan tali plastik berwarna biru sepanjang 18 meter.

Tali inilah yang tersangkut di bebatuan sungai sehingga jenazah korban tidak terbawa arus sungai yang cukup deras.

Saat ditemukan korban berambut pirang berpotongan pendek tersebut menggunakan BH berwarna hitam, baju kaus singlet berwarna hitam dengan jaket berwarna cokelat.

Ditambah lagi selendang berwarna cokelat motif batik dan selendang berwarna biru kombinasi merah yang membelit leher korban.

Penemuan jenazah itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong datang ke TKP.

Sekitar pukul 12.30 tim Inafis Polres Tabanan tiba untuk melakukan olah TKP disusul tim BPBD Tabanan dan PMI Kabupaten Tabanan untuk mengevakuasi korban.

Belakangan diketahui bahwa jenazah perempuan tersebut bernama Braun Silke, 55, warga Jerman yang diberitakan menghilang sejak hari Minggu lalu (22/1).

Anak angkat korban Daniel, 28, bersama kakak korban yang datang langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan. Dia  tampak shock ketika mengetahui kondisi jenazah korban yang sudah membusuk.

Menurut sumber di kepolisian, korban yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Banjar Kuta Bali, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan tersebut dilaporkan menghilang sejak Minggu (22/1).

Hari Sabtu malam (21/1) korban masih sempat berkunjung ke kafe Ups n’ Down milik anak angkatnya di Jalan Pahlawan Nomor 30, Tabanan.

Sekitar pukul 22.30, korban pun pamit untuk pulang ke rumahnya di Banjar Kuta Bali. Namun, karena sudah malam korban diantar oleh anak angkatnya dengan mengendarai sepeda motor masing-masing.

Menurut keterangan anak angkat korban, ketika hendak diantar pulang dirinya kehilangan jejak korban dan menunggu di jalan alternatif  Buruan. Akan tetapi yang ditunggu-tunggu tidak muncul.

Anak angkat korban kemudian memilih untuk mencari korban dengan menyusuri sepanjang jalan menuju rumah korban sampai akhirnya anak angkatnya menemukan sepeda motor milik korban di pinggir jalan di Banjar Legung, Desa Tunjuk dengan kondisi terparkir rapi dan ditutup mantel, tepatnya di selatan sebuah bengkel di pinggir jalan sebelah barat.

Anak angkat korban kemudian membawa sepeda motor korban pulang dengan menggunakan kunci cadangan dan mencari informasi di sekitar lokasi penemuan sepeda motor keesokan harinya.

Sumber pun menambahkan jika salah seorang warga sempat melihat korban dibonceng oleh seseorang menggunakan sepeda motor menuju arah selatan setelah korban memarkirkan sepeda motor jenis Mio dan menutupi dengan mantel.

“Tetapi warga sekitar tidak tahu siapa orang yang membonceng. Apakah bule atau orang lokal karena saat itu situasi sudah sepi dan gelap. Selain itu juga tidak ada gelagat mencurigakan yang mengarah ke kejahatan karena korban tidak ada perlawanan atau berteriak. Laju sepeda motor yang membonceng korban juga tidak ngebut,” lanjut sumber.

Keluarga korban mengungkapkan korban yang sudah tinggal di Banjar Kuta Bali selama satu tahun tersebut tidak memiliki musuh dan masalah.

Hanya saja belakangan ini korban sempat menyampaikan komplin kepada pekerja bangunan yang tengah mengerjakan proyek pembangunan rumahnya yang juga berada di Banjar Kuta Bali tersebut karena banyak yang bocor dan pekerja bangunan diminta untuk memperbaiki rumahnya yang sudah mencapai 80 persen tersebut.

“Korban informasinya akan pensiun dari pekerjaannya sehingga ingin menghabiskan waktunya di Bali dan membangun rumah di Banjar Kuta Bali. Kira-kira jaraknya 10 menit dari rumah kontrakan,” sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Babinsa Desa Tajen Serda I Gede Made Sumerta Jaya.

Dirinya menuturkan bahwa hari Senin siang (23/1) pihaknya memang mendapatkan informasi dari desa bahwa ada seorang bule yang dilaporkan hilang, padahal pada pagi sebelum dikabarkan hilang bule tersebut sempat ke Kantor Desa Tajen.

“Dan menurut informasi, keluarga korban menemukan sepeda motor korban di pinggir jalan di Banjar Legung, tepatnya di sebelah selatan bengkel yang di kiri-kanannya persawahan,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto yang turun langsung ke TKP didamping Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra, Danramil Penebel Kapten Inf Eko Budi Bakti, beserta para Bhabinkamtibmas dan Babinsa mengatakan bahwa saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Sanglah untuk identifikasi lebih lanjut.

Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah jenazah tersebut merupakan jenazah dari bule yang dikabarkan hilang tersebut. “Kami masih akan menunggu hasil forensik, sehingga belum bisa dipastikan karena masih lidik,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Perbekel Desa Tajen I Gusti Putu Sumertayasa. Dia mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah jenazah tersebut merupakan jenazah bule yang tinggal di wilayah desanya atau bukan.

Karena jenazah belum bisa dikenali sehingga masih menunggu hasil forensik. “Jenazah belum bisa teridentifikasi karena wajah sudah tidak bisa dikenali,” ujarnya.

Namun, jika bule yang berstatus lajang yang dikabarkan menghilang tersebut dikatakan memiliki ciri-ciri bertubuh kurus dan beberapa kali memang datang ke kantor Desa Tajen untuk melakukan pengurusan dokumen.

“Untuk bule yang dikabarkan hilang ini satu tahun di Desa Tajen. Sedangkan pria bule yang mengaku kakaknya itu sudah dua tahun. Dan, setahu saya mereka tinggal bertiga juga dengan anak angkatnya,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun koran ini mayat tanpa identitas tiba kamar jenazah kedokteran forensik RS Sanglah pukul 14.57.

Mayat tersebut diantar dengan menggunakan mobil ambulans jenazah RSUD Tabanan dan didampingi oleh dua orang petugas kepolisian dari Polsek Penebel.

Sementara itu, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan Kepala Kedokteran Forensik RS Sanglah Dudut Rustyadi mengatakan bahwa pemeriksaan luar dilakukan mulai pukul 16.30.

Jenazah berjenis kelamin perempuan dengan kisaran umur antara 25 sampai 40 tahun, dengan tinggi 171 centimeter. Pada pemeriksaan ditemukan luka robek di kepala bagian belakang, dahi, puncak kepala.

Mengalami luka lecet melingkari leher penuh. Luka lecet pada pergelangan tangan, paha, dan pergelangan kaki.

Namun apakah benar jenazah tersebut dibunuh atau tidak, pihak Forensik RS Sanglah belum dapat memastikan. Karena harus menunggu otopsi. Sementara otopsi belum dapat dilakukan karena masih menunggu keluarga yang datang dan konsulat.

Click to comment
To Top