Do’a dan Ritual Ini Wajib Dilakukan saat Imlek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Do’a dan Ritual Ini Wajib Dilakukan saat Imlek

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Hari Raya Imlek menjadi tradisi dan kewajiban bagi masyarakat keturunan Tionghoa untuk memanjatkan doa. Sejak malam sebelum imlek hingga keesokan harinya, hampir setiap klenteng, li tang, dan vihara dipadati jemaat untuk memanjatkan doa.

Setiap warga biasanya berkumpul bersama keluarga di malam imlek untuk menyantap hidangan makanan bersama. Kemudian berdoa mulai dilakukan sejak pukul 01.00 WIB hingga 01.00 WIB setelah imlek. Berdoa dipanjatkan kepada dewa dan leluhur.

Dengan nuansa warna merah, para jemaat mendatangi tempat ibadah untuk berdoa. Dari mulai membakar hio, kertas doa untuk dibentu pagoda, kemudian menancapkan hio dan memanjatkan doa. Lampion yang terpasang juga bertuliskan nama pemberinya.

“Kami biasanya membakar kertas doa (kim chua) lalu membakar hio dan berdoa. Berdoanya tentu masing-masing agar lancar-lancar saja. Seperti lampion sebagai simbol untuk menerangi kehidupan,” kata salah satu jemaat Vihara Dhanagun, Jalan Surya Kencana, Bogor, Sabtu (28/1).

Lokasi peribadatan warga keturunan Tionghoa masih akan ramai didatangi jemaat hingga esok hari. Ritual lainnya yang dilakukan saat imlek adalah membersihkan rumah. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol membuang keburukan untuk bersih-bersih diri dan hati. Selain itu rumah yang bersih dipercaya mendatangkan keberuntungan.

Kemudian tradisi pemberian ang pao atau uang untuk anak-anak pada hari raya imlek. Ada pula sejumlah anak-anak kecil yang menunggu di luar vihara menantikan pembagian ang pao. Ang pao diberikan oleh seseorang yang sudah menikah.

“Seseorang yang sudah menikah wajib memberi ang pao, tetapi jika yang belum menikah tetapi sudah dewasa masih boleh terima ang pao, tak hanya anak kecil saja. Tetapi kan tergantung malu atau enggak sudah dewasa. Batasnya mungkin 21 tahun,” ungkap Richard, salah satu jemaat.

Para jemaat umumnya memiliki harapan yang sama yaitu ingin hidup dengan tenang dan damai. Mereka berharap agar berbagai bentuk intoleransi tak terjadi lagi di tanah air. Keberadaan mereka kini semakin dilindungi sejak era presiden Gus Dur. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top