Empat Direktur RSDU Ternyata Tidak Pernah Terima Permohonan Cerai Farida Yeni – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Empat Direktur RSDU Ternyata Tidak Pernah Terima Permohonan Cerai Farida Yeni

FAJAR.CO.ID, KATINGAN – Pansus DPRD Katingan masih bekerja untuk mengusut perkara dugaan perbuatan tercela Bupati Katingan, Kalteng, Ahmad Yantenglie, yang digerebek saat berduaan dengan istri polisi, Farida Yeni.

Pansus sudah memanggil puluhan saksi, termasuk Farida Yeni, istri Aipda SH. Farida Yeni memberikan informasi kepada Pansus. Namun ada keterangan Farida yang tidak terbukti kebenarannya.

Di antaranya Farida Yeni mengaku pernah mengajukan permohonan cerai dengan suaminya pada pimpinan di RSUD Mas Amsyar Kasongan.

“Dari empat direktur RSUD yang kita panggil kemarin dan pernah menjabat di tempat itu, mereka tidak pernah menerima permohonan cerai sebagaimana dimaksud. Padahal dia (Farida Yeni) mengaku berkali-kali mengajukan permohonan. Entah itu pada siapa, kita tidak tahu dan tidak jelas disebutkan. Yang jelas sudah kita tanya langsung dan hasilnya tidak ada diajukan permohonan cerai,” tegasnya.

Kemudian lanjut Fahmi, ada satu lagi yang ingin mereka buktikan di lapangan berdasarkan pengakuan Farida.

Di mana di bangunan tempat tinggalnya bersama Aipda SH di Jalan Aries Kasongan itu terdiri dari dua bangunan.

“Katanya mereka pisah ranjang sudah tiga tahun. Mereka menempati satu kompleks rumah, tapi bangunannya ada dua buah. Ini yang kita cek, betul tidak bangunan rumah itu dua? Kalau tidak, berarti mereka masih satu atap. Kemudian kalau sudah cerai, itu tidak boleh satu rumah,” tuturnya, seperti diberitakan Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Berikutnya mengenai perkembangan terbaru kasus ini, kemarin Tim Pansus juga sudah memanggil beberapa orang, di antaranya pemilik rumah kontrakan, Akbar, tempat terjadinya penggerebekkan.

Begitu juga perantara yang mencari rumah dengan Akbar atas nama Dewi dan Santo sudah dipanggil.

“Pengakuan Akbar, dia tidak tahu siapa yang menempati rumah itu. Cuma dia tahu dari Dewi, bahwa rumah tersebut untuk adiknya, padahal Dewi komunikasi lagi dengan Santo. Secara pribadi pemilik rumah sangat keberatan setelah mengetahui tempat itu dijadikan lokasi yang akhirnya memicu keributan,” pungkas Fahmi. (Fajar/pojoksatu)

Click to comment
To Top