BUSYET! Kecil-kecil Sudah Bakat Nyolong, Saat Tertangkap Kakak-adik Saling Tuding – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

BUSYET! Kecil-kecil Sudah Bakat Nyolong, Saat Tertangkap Kakak-adik Saling Tuding

tiga bocah ingsan ini berani nyolong dompet

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Tiga anak baru gede (ABG), masing-masing berinsial HR (14), JS (13) dan RW (12), diamankan warga siang kemarin. ketiga warga Jalan Sultan Alimudin dibawa ke rumah salah seorang ketua RT setempat untuk diamankan, karena laporan seorang warga yang mengaku kecurian.

HR dan RW yang merupakan kakak beradik, beserta JS semula ngotot membantah mencuri dompet berisi uang milik Azis, yang juga tercatat sebagai warga Jalan Sultan Alimudin. Namun belakangan ketiganya melunak dan sempat saling tuding.

“Saat digeledah, ternyata dari gulungan celana pendek mereka ditemukan sejumlah uang. Mereka mengakui itu uang saya yang diambil,” ujar Azis memberikan penjelasan kepada anggota Polsekta Samarinda Ilir yang mendatangi lokasi kejadian.

Setelah dihitung, total yang milik Azis yang diambil ketiga ABG itu sebesar Rp 736 ribu. Dijelaskan Azis, kejadian berawal saat istrinya baru pulang berbelanja isi dagangan warung kelontongan miliknya. Saat itu HR, RW dan JS memang ada di sekitar rumah Azis yang sekaligus jadi warung tersebut.

“Di antaranya memang ada yang berbelanja,” beber Azis.

Saat hendak masuk pekarangan rumah, motor yang ditunggangi istri Azis, yang namanya tak diketahui pasti, tiba-tiba terjatuh.

“Saya kemudian membantu istri mengangkat motor. Setelah itu istri saya bawa ke rumah,” tutur Azis.

Saat berada di rumah, istri Azis teringat dompet yang berada di dashboard motor. Dompet tersebut berisi sejumlah uang sisa berbelanja isi warung.

“Ketika saya keluar ternyata dompet sudah tak ada lagi. Saya kemudian mencari anak-anak yang sempat ada di sekitar tempat saya, untuk bertanya,” urai Azis.

Setelah berputar-putar di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, Azis pun bertemu dengan HR, RW dan JS. Setelah ditanya baik-baik, sikap ketiganya mencurigakan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu lalu berdatangan. Akhirnya karena ingin menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik, Azis pun mengajak JS dan dua rekannya ke rumah ketua RT setempat.

“Setelah ditanya mereka mengaku dan menyebut dompetnya sudah dibuang ke parit,” jelas Azis.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika, melalui Kanit Reskrim Ipda Purwanto yang dikonfirmasi Sapos mengungkapkan, masalah tersebut akhirnya diselesaikan Azis dengan HR, RW dan JS secara kekeluargaan.

“Setelah dimediasi, korban (Azis, Red) sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Melalui personel Babinkamtibmas kami, akhirnya orangtua anak-anak itu dipanggil. Mereka diminta membuat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya lagi,” kata Purwanto mengakhiri. (rin/beb)

Click to comment
To Top