Dari Hong Kong ke Jakarta Hanya untuk Laporkan Fahri Hamzah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Dari Hong Kong ke Jakarta Hanya untuk Laporkan Fahri Hamzah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Desakan agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengevaluasi kinerja Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah semakin deras.

Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI) berencana mengikuti jejak Migrant Care melaporkan politikus yang dibesarkan PKS itu ke lembaga etik DPR.

Diketahui, LACI adalah koalisi yang terdiri atas 55 organisasi Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong.

Mereka mengirimkan dua orang perwakilannya ke Indonesia untuk melaporkan Fahri ke MKD.

”Laporan ini terkait cuitan Fahri Hamzah di media sosial Twitter yang merendahkan pekerja Indonesia yang berada di luar negeri,” kata Sri Martuti yang didampingi Hariyanto, Minggu (29/1).

Disebutkan, dua perwakilan itu akan menemui MKD di Gedung DPR RI hari ini, Senin (30/1). ”Perwakilan LACI bertandang ke Jakarta membawa misi dari 55 organisasi BMI Hong Kong yang bergabung dalam LACI. Kunjungan ini dimungkinkan atas support penuh dari teman-teman BMI Hong Kong yang secara sukarela urunan mengumpulkan ongkos untuk dua perwakilannya,” kata Sri.

Dia juga menegaskan, LACI mengecam penghinaan Fahri terhadap BMI. ”Kami bukan pengemis ataupun babu!” tandasnya.

Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding mengatakan, pihaknya akan menindaklajuti dan memproses sesuai dengan hukum acara MKD.

”MKD akan melakukan verifikasi apakah sudah memenuhi syarat formal dan materil oleh tenaga ahli. Jika laporan tersebut dinyatakan lengkap, maka MKD akan melangsungkan rapat pleno untuk meminta pandangan dari masing-masing pihak,” ungkap politisi Hanura itu kemarin.

Sementara kicauan Fahri yang diucapkan pada 24 Januari 2017 dan menimbulkan polemik adalah: “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela”.

Fahri Hamzah telah minta maaf atas kicauan tersebut dan telah menghapus tweet tersebut. Dia juga menjelaskan tentang konteks pernyataannya agar tak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh di publik.

”Tapi, apapun, kita harus berhadapan. Kepada pemangku profesi yang merasa terhina saya minta maaf. Terima kasih,” kata politisi PKS itu pada Selasa (24/1) malam. (Fajar/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top