Disini Ramai Sewa Losmen Harga Murah, Muda-mudi Pakai untuk Tempat Mesum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Disini Ramai Sewa Losmen Harga Murah, Muda-mudi Pakai untuk Tempat Mesum

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Losmen atau homestay kini banyak digunakan sebagai tempat nongkrongnya anak muda. Pasalnya, untuk bisa menyewa satu kamar anak-anak di bawah umur ini tak perlu merogoh gocek mereka dalam-dalam karena harga yang ditawarkan terbilang murah.

Diketahui, harga homestaypun juga beragam, tergantung kemampuan calon penyewa. Tarif yang ditawarkar yang termurah sekamar bisa mencapai Rp 150 ribu bahkan ada yang tarifnya Rp 50 ribu per malamnya, tergantung fasilitas yang akan diambil para calon penyewa.

Tim Radar Tarakan mencoba untuk survey dan turun ke lapangan melihat betapa, mudahnya  dan murahnya mendapatkan satu kamar per malam tanpa harus mengelurkan uang banyak.

Berdasarkan pantauan, salah satu losmen yang berada di Jalan Yos Sudarsomereka mematok harga Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per malamnya. Jika ada pengunjung yang ingin menyewa kamar, akan diberikan penawaran dimulai dari perhari, perminggu bahkan bisa perbulan layaknya sebuah kos dengan harga yang berbeda-beda.

Tim mencoba untuk menelusuri losemen tersebut terdapat 20 kamar yang siap untuk dihuni para calon penyewa, terdapat nomor-nomor kamar di depan pintu. Dan saat itu tidak terlihat aktifitas yang mencurigakan dari luar, namun ada satu kamar yang sedang mendengarkan musik hingga bisa didengar sampai lorong losmen.

Ketika ditanya salah seorang tim Radar Tarakan kepada petugas. “Nampaknya lagi asyik yah yang di dalam?” namun petugas tersebut enggan menanggapi pertanyaan tersebut.

Saat berada di luar losmen terlihat pasangan muda-mudi yang menuju losmen untuk menyewa salah satu kamar, dengan membawa tas dan kantong plastik, pemuda tersebut lalu menuju petugas yang sudah lama dia kenal sekaligus memberikan uang. Anehnya lagi, pengunjung tersebut tidak diminta data pribadi seperti KTP atau data lainnya. Sedangkan, tim yang menyewa kamar tersebut sudah dimintai data seperti KTP.

Sewaktu tim menanyakan kepada petugas losmen, ternyata pasangan tersebut adalah seorang pelajar. Pelajar tersebut rela membayar mahal hanya karena demi menutup data pribadinya. Tim masih memantau pergerakan sepasangan muda-mudi dari pukul 20.00 Wita,  beberapa jam kemudian pasangan muda-mudi tersebut akhirnya keluar dari kamarnya pada pukul 23.00 Wita. Dengan langkah yang terburu-buru, nampak wajah pasangan tersebut sudah kembali segar dengan raut muka yang ingin kembali melanjutkan aktivitas.

Tak hanya di losmen pertama yang tim datangi, masih berada di kawasan Yos Sudarso, Kelurahan Sebengkok juga menawarkan harga  murah per kamarnya dimulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk satu malamnya dengan fasilitas TV, AC. Penginapan yang mengusung konsep homestay ini memiliki beberapa tipe kamar, yaitu kamar kelas ekonomi, kamar standar, dan kamar VIP, yang terlihat sepi pengunjung.

Mengenai maraknya remaja yang kerap menggunakan hotel, losmen dan sebagainya untuk menghabiskan waktu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tarakan, Darius,  menjelaskan selama ini pihaknya selalu menyampaikan kepada seluruh pemilik hotel di Tarakan untuk tidak memperbolehkan, anak-anak di bawah umur untuk melakukan chek in di hotel baik bersama pasangan maupun teman-temannya.

“Kami bisa melihat dari tingkah laku dan gerak-gerik tamu hotel, jika mencurigakan kami tidak akan menerima,” kata Darius.

Selain itu syarat untuk menyewa kamar hotel juga telah diseragamkan yaitu harus memperlihatkan identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai antisipasi dengan anak-anak di bawah umur.

“kami sudah mengetahui melalui KTP mana tamu yang benar-benar sudah suami istri, atau hanya pacaran saja,” ujarnya.

Lanjut Darisu, sejak lama usaha di bidang sektor perhotelah selalu diawasi oleh dinas terkait. Sehingga tidak ada satupun hotel di Tarakan yang terlepas dari pengawasan pemerintah.

“Bukan dari pihak PHRI sih yang melakukan pengawasan, tetapi kami semua diawasi oleh dinas terkait. Jelas kami tidak mau jika hotel dijadikan tempat mesum bagi pasangan yang belum terikat oleh pernikahakn,” tegas Darius.

Jikalaupun ada beberapa hotel yang masih melanggar ketentuan syarat menjadi calon tamu hotel, PHBRI tak berhak ikut campur tangan di dalamnya karena bukan tupoksinya untuk mengawasi semua hotel-hotel yang ada di Tarakan.

“Kalaupun ada yang melakukan hal tersebut, yah itu haknya mereka. Karena mungkin ada juga hotel yang tidak peduli siapa yang akan calon tamu yang akan menginap. Namun, sampe sekarang sih saya juga belum pernah dengar ada hotel yang seperti itu,” jelas Darius. (eru /*/sep/*/yus/nri)

To Top