Hari Pers Nasional, Pak Menteri Punya Dua Kejutan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Hari Pers Nasional, Pak Menteri Punya Dua Kejutan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pariwisata tak mau melewatkan momen Hari Pers Nasional (HPN) yang akan dilaksanakan di Ambon, 4 hingga 10 Februari nanti, sepi dan berlalu begitu saja. Kemenpar sudah menyiapkan sebuah kejutan.

Dua pameran sekaligus bakal digeber untuk mendukung kemeriahan HPN. Pameran tersebut akan dilaksanakan pada 5 hingga 9 Februari di Lokasi HPN, tepatnya Lapangan Merdeka, Ambon.

”Kami akan menggelar dua pameran dengan tema yang berbeda. Poin utamanya adalah, mendukung pekaksanaan Hari Pers Nasional agar semakin bermanfaat bagi semua pihak dan memiliki value yang tinggi untuk Pariwisata Indonesia. Karena ini adalah acara besar, yang juga pasti akan berdampak besar,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Esthy mengatakan, dengan kehadiran para insan pers seluruh tanah air pada momentum HPN 2017, Kemenpar mengambil peran untuk menginspirasi, mendorong, dan memotivasi masyarakat Maluku pada umumnya, terutama Ambon untuk peduli dengan pengembangan pariwisatanya yang sangat potensial.

Dia memaparkan, untuk pameran-pameran tersebut hasil kerja dari Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara dan Asdep Segmen Bisnis Pemerintah Kemenpar. Pameran pertama, kementerian di bawah komando Arief Yahya itu akan mempersiapkan booth menarik dengan ukuran 3 x 12 meter dan mengusung tema Pameran Summa Orientale 500 Tahun Perjalanan Jalur Rempah.

”Tema ini sangat legendaris di Ambon, dan sudah sangat mengakar yakni Jalur Rempah. Kami akan mengangkat Jalur Rempah ini sebagai daya tarik pariwisata. Tujuannya untuk mengetahui secara singkat sejarah perdagangan rempah di Indonesia dan tentunya untuk memperkenalkan potensi pariwisata di Maluku,” ujar dia.

Untuk isi pamerannya, imbuh Esthy, Kemenpar siap akan membuat puas para pengunjung HPN yang akan dihadiri oleh banyak petinggi media tersebut. Pameran nantinya akan diisi peta pelayaran jalur rempah, Patung Portugis yang menjadi patung terkait dengan catatan perjalanan 500th Suma Oriental, Image Biota Laut, Perjanjian Breda, Dokumentasi Rempah-Rempah Maluku dan Video Jalur Rempah.

Untuk pameran yang kedua, kementerian yang brandingnya sukses menyalip Amazing Thailand dan Trully Asia Malaysia itu akan mempersiapkan booth 3x 6 meter di tempat dan waktu yang sama. “Pameran tersebut rencananya akan mengusung branding tanah air terkait 10 Bali Baru alias mengusung tema Pameran Promosi 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Nusantara,” ujar Esthy.

Dia mengatakan, yang akan diperlihatkan kepada pengujung di antaranya adalah infografis sepuluh destinasi prioritas, pemutaran video promosi pariwisata, pembagian suvenir Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia dan juga tablet untuk membuka web indonesia.travel sebagai official web resmi yang lengkap milik kemenpar.

“Selain terus mempromosikan 10 Bali Baru, kami akan menggenjot optimalisasi target pasar wisata jalur rempah di HPN ini. Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa negara kita memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang telah mendunia. Dan salah satu kekayaan itu adalah rempah-rempah yang tidak dimiliki bangsa lain. Sejarah peradaban bangsa Indonesia pada masa lalu telah mencatat bahwa rempah telah menjadi bagian penting dalam pembentukan peradaban dunia. Dan ini yang ingin kami angkat untuk Pariwisata Indonesia,”tandasnya.

Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya mencetuskan 10 Bali Baru yang akan menjadi destinasi kelas dunia yang layak dikunjungi Wisatawan Mancanegara maupun Wisatawan Nusantara. Ke-10 Bali baru itu adalah Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo, Labuan Bajo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Ke-10 Bali Baru ini akan ditebarkan pesonanya di HPN 2017.

Bagi Arief Yahya, kerjasama pentahelix yang meliputi lima unsur itu tidak bisa diremehkan. Yakni Academician, Business, Community, Government, dan Media. “Kelimanya harus tampil dalam satu barisan, satu tujuan, memajukan pariwisata, dengan konsep pentahelix,” tutur Arief. (Fajar/jpnn)

Click to comment
To Top