Tinggal 5 Tahanan Kabur yang Masih Sembunyi, Siap-Siap Saja Ditembak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Tinggal 5 Tahanan Kabur yang Masih Sembunyi, Siap-Siap Saja Ditembak

tahanan kabur yang sudah tertangkap

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Anggota kepolisian benar-benar memeras peluh dalam mengejar 13 tahanan yang kabur pada Kamis (26/1) dini hari. Hasilnya, kurang dari 24 jam, sebanyak delapan di antaranya telah diamankan tim gabungan dari Jatanras Polres Balikpapan serta Jatanras dan Resmob Polda Kaltim.

Itu merupakan akumulasi dari dua hari operasi. Di hari pertama, tiga tahanan berhasil diamankan. Selanjutnya, kemarin lima tahanan kembali diringkus, mulai dari Anwar Taufik.

Dia dibekuk di wilayah Perum Bangun Reksa Asri, Blok Bb 3, RT 35, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Kamis (26/1) pukul 21.30 Wita. Anwar tidak berkutik ketika disergap di dalam rumah, tempat persembunyiannya.

Dua tahanan lain dibekuk di Kota Bontang. Adalah Sapril M, warga Jalan Al Falah, Nomor 1, RT 34, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat; dan Fahrul Hendra Yadi, warga Jalan Inpres II, Nomor 16, RT 45, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Keduanya ditangkap atas bantuan Polres Bontang di jalan poros Bontang, tepatnya di daerah Marangkayu.

Usai ditangkap, keduanya diamankan di Polres Bontang, sebelum akhirnya dibawa ke Balikpapan pada Jumat (27/1) siang. “Dari pengakuannya, kedua tahanan yang kabur ke Bontang ini melarikan diri dengan menumpang bus dari Balikpapan tujuan Samarinda, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bontang,” terang Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Paur Subbag Humas Iptu Suharto.

Selang tiga jam, Bernadus Rinto bin Teo Dorus diamankan di Km 8, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara, saat bersembunyi di salah satu rumah. Hingga kini pihaknya terus memfokuskan pengejaran terhadap sisa tahanan yang masih buron.

Suharto menyambung, pemeriksaan internal oleh Propam Polda Kaltim kini sedang berjalan. Hasilnya akan dibeberkan setelah seluruh tahanan kabur diamankan.

Setelah nantinya seluruh tahanan kabur tertangkap semua, barulah pihaknya akan membeberkan hasil investigasi yang dilakukan secara internal di Polres Balikpapan. Saat ini penyelidikan secara internal dilakukan oleh Propam Polda Kaltim, untuk memastikan ada atau tidaknya petugas kepolisian yang saat itu bertugas, ikut terlibat dalam pelarian 13 tahanan tersebut.

“Nanti setelah semua tertangkap, baru nantinya kami akan paparkan semua hasil penyelidikan. Kami akan menunggu pimpinan dari atas,” sebut Suharto.

 

KELUARGA DIMINTA KOOPERATIF

Kepolisian juga meminta agar keluarga tahanan kabur untuk bekerja sama. Kepolisian di lapangan akan melakukan tindakan tegas dengan menembak, jika para tahanan kabur tersebut tidak kooperatif.

“Selepas 24 jam ini, sesuai standar operasional, intinya lebih tegas dibanding hari sebelumnya. Tidak ada toleransi lagi terhadap mereka,” tegas pria yang biasa disapa Harto ini.

Tahanan selanjutnya yang diamankan, yakni Muhammad Asdar alias Asdar bin Nasri, warga Jalan Manunggal, Nomor 22, RT 06, RW 06, Kelurahan Maccini, Makassar; atau di belakang Terminal Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan. Dia diringkus di kawasan Manggar, Balikpapan Timur, Jumat (27/1) sore.

“Saat ini sudah diamankan di mapolres. Kepolisian saat ini masih mengejar lima tahanan lainnya,” timpal Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Hingga kini, tim gabungan masih bekerja mengejar lima tahanan lain. Beberapa jam setelah kejadian tahanan kabur, sekira pukul 06.30 Wita, satu tahanan yang kabur bernama Muhammad Agus Irawan alias Pakul (31), menyerahkan diri ke seorang polwan di Perumahan Bangun Reksa, Km 6, Balikpapan Utara.

Selanjutnya, petugas Opsnal Jatanras Polres Balikpapan mengamankan pelaku bernama Amal pada pukul 07.30 Wita di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan.

Berselang empat jam dari penangkapan pelaku kedua, polisi kembali menangkap pelaku bernama Rusliansyah alias Uci pada pukul 11.00 Wita di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat.

 

GERGAJI DI JAM BESUK

Kaburnya belasan tahanan pada Kamis (26/1) dini hari, rupanya sudah direncanakan dengan matang. Terali di bagian plafon yang digergaji itulah yang menjadi “pintu” tahanan kabur. Polisi menyelidiki bagaimana gergaji besi bisa diselundupkan ke dalam sel tahanan mapolres. Basri alias Alan dan Andy, diduga menjadi otak dari kejadian ini

Rencana itu bermula saat seorang tahanan, RZ menjalani proses hukum di Mapolres Balikpapan karena kasus penggelapan. Tanggal 4 Januari lalu, RZ diminta membantu Basir dan Andi menyelundupkan gergaji besi. RZ menyanggupi permintaan dua buron itu. Gergaji itu dibawa istri RZ pada jam besuk.

Namun, belum sempat kabur, penyidik menyatakan hasil penyidikan terhadap RZ telah lengkap atau P-21. Selanjutnya dilakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan pada 11 Januari. Praktis, RZ kemudian ditahan di Rutan Kelas II-B Balikpapan.

Gergaji telah di dalam sel. Hingga Rabu (25/1), sekira pukul 23.00 Wita, Basir cs mulai menggergaji terali plafon sel secara bergantian. “Otaknya Basir sama Andi, yang gergaji kami. Semua ikut-ikutan saja,” ujar Anwar diamini Amal, Muhammad Agus Irawan, Bernadus Rinto, Rusliansyah, Fahrul Hendra, dan Sapril saat dimintai keterangan.

Plafon terbuka setelah beberapa terali digergaji. Basri cs kemudian kabur dengan memanjat menggunakan pintu kamar mandi. “Saya naiknya yang kesepuluh, Pak. Yang lain sudah pada keluar. Waktu itu saya pas mau kencing, lalu ikut naik aja,” aku Rusliansyah alias Uci.

Dia menjelaskan, setelah berhasil keluar sel, lalu berjalan menuju Jalan APT Pranoto atau Dondang, melintasi rumah dinas Polres Balikpapan. Di jalan tersebut para tahanan menyetop taksi argo. “Saya naik taksi. Sampai Kampung Baru bayar Rp 20 ribu aja,” akunya.

Tahanan yang tertangkap masih dalam pemeriksaan intensif. RZ sempat dihadirkan dalam pemeriksaan, terkait keterlibatannya dalam kaburnya 13 tahanan mapolres. (pri/war/k1)

To Top