44 Korban Tewas Kapal TKI yang Tenggelam Ditemukan di Tiga Lokasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

44 Korban Tewas Kapal TKI yang Tenggelam Ditemukan di Tiga Lokasi

FAJAR.CO.ID, RIAU – Petugas akhirnya menemukan 52 korban tenggelamnya kapal pengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di perairan pantai Tanjung Leman Mersing, Johor, Malaysia. Korban ditemukan di tiga lokasi perairan, yakni Malaysia, Bintan dan Nongsa Batam.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes S Erlangga menyebutkan, dari 52 korban yang ditemukan, 44 orang meninggal dunia dan 8 orang selamat.

Dari 44 korban tewas, 11 orang berhasil diidentifikasi. “Yang paling banyak itu ditemukan di perairan Bintan. Dan belum bisa diperkirakan korban akan bertambah atau tidak,” kata Kombes S Erlangga yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group/pojoksatu), Selasa (31/1).

Dari 19 orang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 3 perempuan. Sebanyak 14 jenazah ditemukan di Perairan Bintan dan 5 jenazah didapat di Perairan Nongsa, Batam. “Tiga orang berhasil diidentifikasi,” sebutnya.

Tiga orang tersebut yakni Zakarias asal NTT, Samsuri dari Tulungagung dan Muhlip asal Lombok Tengah. Sementara korban yang ditemukan di Johor sebanyak 33 orang terdiri dari 23 orang laki-laki dan 10 perempuan. Sebanyak 25 orang meninggal dunia, delapan orang selamat.

“Yang meninggal itu, 17 laki-laki dan 8 perempuan. Ditambah jumlah yang ditemukan di Bintan dan Batam 19 Orang, totalnya sudah 44 orang,” tuturnya.

Dari 25 orang yang meninggal di Johor, 8 orang telah berhasil diidentifikasi.

Mereka adalah:
1. Maria Yuliana Reko dari Ende, NTB.
2. Rasid asal Jawa,
3. Lambertus Luan dari Kab Belu, NTT,
4. Sayyideh dari Sampang, Madura.
5. Hamidah dari Bangkalan, Jatim,
6. Sulistyowati asal Bojonegoro,
7. Suana dari Sampang, Madura
8. Marto pria asal Bangkalan, Jawa Timur.

“Kedelapannya sudah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” sambng Erlangga.

Untuk identifikasi Erlangga mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak KJRI di Johor. Hal ini disebabkan sebagaian data ante mortem juga telah dikirim ke Johor.

“Di sini juga ada, di sana ada. Takutnya data pembanding di sini, jenazahnya di Johor. Makanya kami terus kontak dengan pihak sana,” ujarnya. (Fajar/jpg/pojoksatu)

Click to comment
To Top