Lama Sembunyi, Maling Ini Akhirnya Kepalaran, Masuk Kampung Malah Dihajar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Lama Sembunyi, Maling Ini Akhirnya Kepalaran, Masuk Kampung Malah Dihajar

Dede Fahrian dihajar warga

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Dede Fahrian (23) selama satu malam bersembunyi di dalam hutan. Rasa lapar dan haus mendesaknya untuk keluar dan mencari pemuas dahaga. Namun bukan makanan atau minuman yang didapat, warga Jalan Subulussalam malah dihajar massa, Minggu (29/1) kemarin, pukul 15.00 Wita.

Sebelum menjadi bulan-bulanan warga, Dede sempat mencurahkan isi hati (curhat) kepada warga saat meminta makan dan minum.

Entah memang lugu atau akibat perut lapar, pemuda ini mengaku maling ambal dan sedang dikejar warga. Mendengar pengakuan itu, warga yang mendengar curhatan Dede tersebut berang dan memanggil warga lainnya. Walhasil, Dede langsung diringkus dan diamankan di pos kamling.

Saat diinterogasi, Dede mengaku dijebak oleh rekannya, yakni pemuda berinisial J.

“Saya cuma disuruh ambil ambal itu. Katanya itu rumah keluarganya dan ambal itu untuk acara selamatan di rumahnya,” ucap Dede sambil menahan rasa sakit di wajahnya.

Dede juga berdalih dirinya lari karena takut diamuk massa saat itu.

”Saya bingung ketika diteriaki maling. Saya takut dan memilih lari ke dalam hutan,” tambahnya.

Ucapan Dede tak lantas membuat warga percaya dan tetap menghadiahi Dede dengan bogem mentah. Tak lama kemudian jajaran kepolisian dari Polsekta Samarinda Utara datang dan menjemput Dede.

Kisah persembunyian Dede hingga tertangkap bermula ia bersama rekannya J tiba di Jalan Assa’adah, Kelurahan Mugirejo, Sungai Pinang, Sabtu (28/1) malam. Dengan mengendarai motor, keduanya berhenti di salah satu rumah warga milik Jali yang dalam keadaan sepi saat itu.

Setelah memperhatikan sekeliling, tanpa ragu J lantas menyuruh Dede untuk mengambil ambal yang tergeletak di teras rumah Jali. Dede menuruti perintah J, turun dari motor dan bergegas menuju ambal yang diminta.

Setelah membuka pagar rumah Jali, tanpa ragu Dede mengangkat ambal tersebut.

Nahas, ada warga yang rupanya memperhatikan gerak-gerik keduanya karena mencurigakan sejak pertama kali berhenti di depan rumah Jali.

Warga pun langsung berteriak dan mengagetkan keduanya. J yang berada di atas motornya langsung tancap gas. Sementara Dede yang kebingungan dikepung warga.

Dede lantas berlari ke arah hutan tak jauh dari kediaman Jali.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erik Budi Santoso, melalui Kanit Reskrim Ipda Wawan Gunawan mengatakan, untuk memproses Dede secara hukum polisi membutuhkan laporan tertulis dari Jali selaku pemilik ambal. Begitu pula dengan keterangan saksi dalam kejadian itu diperlukan untuk penyelidikan.

”Kita menunggu korban untuk melapor dan juga saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut,” jelas Wawan secara singkat. (kis/beb)

Click to comment
To Top