Rahasia Agar ‘Si Buyung’ Tetap Kekar di USia 40-an, Pria Harus Tahu ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Rahasia Agar ‘Si Buyung’ Tetap Kekar di USia 40-an, Pria Harus Tahu ini

FAJAR.CO.ID- Pria dan wanita umumnya hampir mengalami gejala yang sama saat sudah memasuki usia 40-45 tahun ke atas. Berbagai tanda penuaan membuat mereka mengalami masalah gangguan kesehatan bahkan hingga masalah keharmonisan pasangan suami istri di ranjang.

Wanita harus mengetahui gejala menjelang berhentinya haid atau menopause 10 tahun sebelum masa itu tiba. Memasuki masa menopause, wanita biasanya mengalami haid yang tak teratur, di atas usia 35 tahun juga sudah mulai timbul gejala haid tidak lancar.

Untuk pria juga rentan dengan perut buncit dan lipatan pinggang di atas usia 40 tahun. Lingkar pinggang pria harus dijaga agar tidak timbul masalah penyakit degeneratif seperti hipertensi atau diabetes.

“Jika wanita di usia 40 tahun ke atas sudah tak menikmati berhubungan seksual, itu sudah masuk tanda-tanda penuaan karena lubrikasi pada organ intim sudah menurun. Kemudian “Si Buyung” laki-laki sulit ereksi ogah-ogahan,” jelas Dokter DH Clinic dan Praktisi Medis Haekal Yassier Anshari kepada wartawan di Tebet, Jakarta Senin (30/1).

Disfungsi ereksi yang dialami pria karena usia semakin bertambah menyebabkan hormon testosteron terjun bebas. Haekal menambahkan masalah ini menjadi penting karena menikah berkaitan erat dengan keharmonisan rumah tangga.

“Laki-laki penting jaga lingkar pinggang. Artinya jika lemak bertambah, kalau enggak bisa jaga berat badan, lemak banyak, bisa tumbuh payudara nanti malah ganti-gantian sama istri memakai bra,” kata Haekal tertawa.

Disfungsi ereksi, kata dia, berarti mengalami gangguan pada pembuluh darah. Disfungsi ereksi menjadi awal gangguan serius pada tubuh laki-laki. “Bisa jadi karena diabetes dan hipertensi. Hal ini karena pola hidup yang berlebihan,” ungkap dokter praktisi anti-aging lulusan Universitas Udayana Bali ini.

Haekal memiliki tips untuk pria dan wanita agar hidup lebih sehat dengan konsep pola makan piramida. Serat dan air adalah di tahap paling bawah dan harus paling banyak dikonsumsi. Sementara karbohidrat dan gula berada di puncak dengan komposisi yang wajib dibatasi. Kemudian tidur delapan jam setiap malam dan minum 8 gelar air putih setiap hari menjadi syarat wajib hidup sehat.

“Makanan gula dan lemak harus sangat dibatasi. Asia, tak bisa lepas dari nasi sehingga mudah diubah menjadi gula darah. Nasi paling banyak mengandung gula sebanyak 80 persen. Kebanyakan gula berlebih,akan diikat tanpa bantuan enzim akibatnya rambut gampang memutih,radikal bebas dalam tubuh, dan percepat proses penuaan,” tegasnya. (cr1/JPG)

To Top