Antasari Sambangi Polda Metro Jaya, Ini Kata Pengacaranya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Antasari Sambangi Polda Metro Jaya, Ini Kata Pengacaranya

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Mantan Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyambangi Polda Metro Jaya. Antasari datang bersama adik mantan Bos PT Putra Rajawali, Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin, serta kuasa hukumnya Bonyamin Saiman.

Setibanya di Polda Metro Jaya, Antasari yang mengenakan baju kemeja biru muda garis putih itu langsung menuju ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Dia hendak menanyakan soal rencana pengusutan SMS gelap yang tak kunjung diusut semenjak dilaporkan pada Agustus 2011 silam.

Kedatangan pria berkumis itu akan disambut langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat. Kedatangan dia disusul Adik Andi Syamsuddin. Keduanya langsung menuju meja resepsionis.

Sementara Bonyamin selaku kuasa hukum Antasari menerangkan bahwa mereka datang menanyakan janji untuk pengusutan kembali perkara SMS gelap itu.

“Saya inget persis dan pernah kita gugat praperadilan yang intinya pada saat praperadilan tahun 2013 itu menyatakan bahwa perkara ini masih dijalankan dan tidak dihentikan,” Boyamin Saiman, Rabu (1/2).

Bonyamin juga berkata bahwa gugatan yang mereka ajukan telah ditolak majelis hakim kala itu. Meskipun kata dia penyidik juga berjanji bakal menindaklanjuti kasus SMS gelap, salah satunya dengan memeriksa pelapor dan juga korban yaitu Antasari Azhar.

Bonyamin menambahkan, polisi sempat berjanji bakal memeriksa kliennya meski ada di dalam lapas. Namun hal itu tidak juga dilakukan hingga kliennya itu kini bebas.

“Kalau mau diperiksa ya periksa. Nggak usah bikin panggilan-panggilan lagi, jadi setidaknya kalau mau diperiksa ya periksa aja Pak Antasari sebagai korban,” tutur dia.

Karena tidak ada tindaklanjut pemeriksaan itu, kata dia, pihaknya kembali menuntut keadilan. Apalagi, grasi yang diajukan Antasari Azhar sudah dikabulkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Pak Antasari merasa dan mengaku tidak pernah mengirim SMS itu. Dan itu sudah terkonfirmasi di pengadilan tidak terbukti SMS itu, maka ya berarti melaporkan ada orang yang menyalahgunakan IT entah hacker, enta web server, entah cloning, dengan cara mengirimkan SMS seakan-akan dari Pak Antasari,” katanya

Click to comment
To Top