Cinta Ditolak Pisau Bertindak, Winta ini Koma Ditikam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Cinta Ditolak Pisau Bertindak, Winta ini Koma Ditikam

ari lestari pasca koma

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Ari Lestari akhirnya sadarkan diri di RSUD dr Murjani Sampit. Perempuan 32 tahun ini sempat koma setelah ditikam Herman alias Herman Naga (43) pada Rabu (25/1) malam.  Kasus  bertajuk ”Cinta ditolak, pisau bertindak” ini pun masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Saat Radar Sampit berkunjung di ruang perawatan RSUD, Ari tampak didampingi rekannya, Amat dan Sumi. Ari menceritakan kisah pahit yang dialaminya di Jembatan Jalan Kopi Selatan.

”Saya kenal dengan Naga ketika di LP (Lembaga Pemasyarakatan), hanya sebatas tegur sapa. Saya bebas terlebih dahulu. Kemudian dua bulan lalu, dia keluar langsung mencari saya,” ucap Ari yang pernah dipenjara karena kasus narkoba ini.

Herman Naga datang ke rumah Ari Lestari di Gang Sesama, Jalan Kopi Selatan,  Selasa (24/) lalu. Dia menyampaikan perasaan sambil memberikan uang kepada korban.

”Dia (Herman Naga) sudah pernah datang ke rumah tiga kali dalam dua bulan ini. Selasa lalu tanpa diundang, pukul 04.00 WIB (subuh) memberikan uang Rp 250 ribu. Katanya untuk beli beras,” jelas Lestari.

Meski mendapat perhatian lebih, Ari Lestari tetap menganggap Herman sebagai teman biasa,  tidak lebih. Bahkan Ari Lestari sudah berulang kali menjelaskan bahwa dirinya tidak ada perasaan sama sekali. ”Sudah saya sumpahi dan saya sebut babi sudah juga, tetap saja dia datang,” ujarnya.

Dia menolak cinta Herman Naga karena sudah punya suami dan sedang hamil empat bulan. ”Mana mungkin saya menikah lagi, saat ini saya sedang hamil. Lantas kenapa memaksa,” keluh Lestari.

Herman Naga datang lagi ke rumah Ari Lestari pada pukul 19.00 WIB. Tanpa basa-basi, tamu tak diundang itu melemparkan helm. ”Saya dan Sumi kaget dan takut. Marah karena cemburu dengan Amat yang dekat dengan saya. Karena tidak ingin berdebat, kami tinggalkan,” sambung Ari Lestari.

Tanpa menghiraukan Herman Naga, Ari Lestari bersama Sumi mengendarai sepeda motor. Tidak jauh dari rumah, pelaku yang membuntuti dari belakang dengan sepeda motor lalu menarik korban hingga terjatuh di atas jembatan.

Herman mengambil pisau yang dibawanya kemudian menikam Lestari di bagian lengan, punggung, pinggul, dan paha kanan. ”Di atas jembatan itu, dengan pisau pendek seperti keris dibungkus kain kuning, saya ditusuk,” terang Lestari.

Ari Lestari berharap pelaku ditangkap. Apalagi dia merasa dihantui selama Herman masih gentayangan di luar penjara.  ”Saya yakin dia masih di Sampit,” tutupnya. (mir/yit)

Click to comment
To Top