Gerah dengan Ramainya Prostitusi, Polisi Lacak Sumbernya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Gerah dengan Ramainya Prostitusi, Polisi Lacak Sumbernya

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK- Terkait kegiatan prostitusi di balik operasional terapis di kebugaran maupun panti pijat Kota Pontianak, kepolisian setempat segera melakukan penyelidikan. Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean.

Kemarin (29/1), ia memaparkan trafficking dan eksploitasi orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut.

“Baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi,” jelasnya.

Lanjut dia, penjelasannya tersebut terangkum dalam pasal 1 ke 1 UU nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang. Sementara untuk eksploitasi sendiri adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi.

“Atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ dan/atau jaringan tubuh atau memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun imateriil,” terang Andi.

Ditegaskan olehnya, jika unsur-unsur hukum yang dijelaskannya terpenuhi dan terbongkar setelah dilakukan penyelidikan oleh pihaknya, maka para pelaku atau pemilik usaha atau siapa saja yang mempekerjakan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan, atau melanggar UU nomor 21 tahun 2007, dapat dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Plus didenda Rp600 juta.

Sementara itu, Wakil Direktur Sabhara Polda Kalbar, AKBP Sihombing menyatakan, aktivitas prostitusi di kebugaran dan panti pijat itu ada. “Itu merupakan pelanggaran tipiring yang kita temukan. Kita akan lakukan pembinaan agar hal ini tak terulang,” ungkapnya, belum lama ini.

“Memang kita temukan berduaan di dalam kamar dan ada alat kontrasepsi (kondom), kita kategorikan prostitusi,” sambung Sihombing. Ia membenarkan rata-rata terapis merupakan perempuan-perempuan beridentitas dari luar Kalbar. “Mereka asal dari Jawa,” bebernya.

Lanjut dia, untuk dugaan trafficking dan eksploitasi akan dikembangkan penyelidikannya. “Yakni berkaitan dengan pekerjaan yang ada, awalnya menjanjikan kerja apa, karena memang asalnya dari luar semua. Kemudian, apakah ada mempekerjakan anak di bawah umur atau tidak,” pungkas Sihombing. (Achmad Mundzirin)

Click to comment
To Top