GILA! Sampai 30 Motor Tukang Ojek Dibawa Kabur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

GILA! Sampai 30 Motor Tukang Ojek Dibawa Kabur

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Bagi warga yang berprofesi sebagai tukang ojek harus ekstra berhati-hati dan selalu waspada. Karena belakangan kasus penggelapan motor tinggi dan sasarannya tukang ojek di wilayah Samarinda Seberang maupun Loa Janan Ilir.

Sasaran penjahat adalah pengojek berusia lanjut (lansia), antara umur 46 hingga 50 tahun. Informasi yang diperoleh Sapos, di Polsekta Samarinda Seberang sudah terdata 30 kasus penggelapan motor yang dialami tukang ojek.

Salah seorang korbannya bernama Sarbani Yusuf, tukang ojek yang biasa mangkal di Jalan KH Harun Nafsi, Rapak Dalam. Sarbani harus bersabar karena motor Yamaha Jupiter MX KT 3965 miliknya raib setelah penumpang yang dibawanya membawa kabur motor yang digunakannya untuk mencari nafkah.

“Ketemu di kawasan Rapak Dalam. Baru minta antar ke Wisma Loa Janan. Setelah itu minta antar beli sayur. Kemudian minta antar ke Jalan Bung Tomo, Gang H Amin, Sungai Keledang. Katanya mau ambil baju. Saat keluar bilang rumahnya digembok. Terus pinjam motor katanya mau jemput anaknya,” terang Sarbani sambil tertunduk lesu, ketika ditemui Sapos usai melapor, siang kemarin.

Sarbani menjelaskan kejadian tersebut terjadi, Senin (30/1) pukul 16.30 Wita. Saat itu pelaku meminjam motor dan Sarbani menyerahkannya begitu saja.

“Tidak tahu mengapa tangan saya tidak bisa bergerak dan saya tidak bisa berkata-kata. Jadi dia dengan cepat membawa pergi motor saya,” ungkapnya.

Sarbani mengaku baru sadar sekitar pukul 18.30 Wita, setelah istrinya datang menjemput.

“Ciri orangnya berusia sekitar 40 tahunan lebih. Orangnya tinggi, kulit hitam, dan punya benjolan di leher sebelah kanan,” ungkap Sarbani.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Fatich Nurhadi menjelaskan, bahwa pihaknya akan mengupayakan segera mengungkap kasus tersebut.

“Sudah banyak korban. Jadi kami akan lakukan upaya preventif dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama para tukang ojek agar lebih berhati-hati terhadap pelanggan yang banyak maunya,” ungkapnya.

Fatich menyebutkan, kebanyakan para pengojek mudah percaya karena dalam pikiran mereka hanyalah bagaimana cara agar tidak menyusahkan penumpang dan akhirnya mendapatkan bayaran.

“Jadi peran dari pengojek itu sendiri sangat penting. Mereka perlu kesadaran agar tidak mudah tertipu,” katanya.

“Tapi yang jelas kasus ini bukanlah curanmor. Tetapi penggelapan. Karena korban tahu siapa yang meminjam kendaraan mereka. Kalau dicuri, korban tidak tahu pelakunya. Tapi kami akan upayakan cepat mengungkapnya,” tutupnya. (rm-1/rin).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top