Pemerintah Dukung Usaha Dibidang Peternakan Sapi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Dukung Usaha Dibidang Peternakan Sapi

ilustrasi
FAJA.CO.ID- Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mendorong pelaku usaha peternakan sapi potong yang tergabung dalam Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) tidak hanya mengembangkan penggemukan sapi potong, tetapi juga ke arah pembibitan.
“Ke depan semoga Gapuspindo dapat berkontribusi penting dalam mewujudkan penyediaan pangan. Khususnya daging sapi bagi penduduk Indonesia melalui usaha penggemukan dan juga pembibitan sapi potong,” jelas Dirjen PKH I Ketut Diarmita dalam keterangannya, Selasa (31/1).

Dia menjelaskan, hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan populasi sapi potong di dalam negeri. Dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49/2016. Dengan begitu, para importir bakalan sapi potong lebih ditekankan pada kuota dan periodesasi. Para feedloter diberi keleluasaan untuk melakukan impor sapi bakalan dengan menyertakan indukan sapi dengan perbandingan lima bakalan dan satu indukan, sedangkan untuk koperasi dan kelompok masyarakat diwajibkan melakukan impor sapi dengan perbandingan 10 bakalan dan satu indukan.

Usaha budidaya peternakan sapi potong yang selama ini dilakukan oleh peternak masih skala rakyat yang mencapai 98 persen. Dengan skala kepemilikan dua hingga empat ekor dan dilakukan secara semi intensif.

“Pola usaha ini perlu ditingkatkan skala usaha dan manajemen usaha yang lebih baik. Agar dapat meningkatkan kesejahteraan peternak,” kata Diarmita.

Data Ditjen PKH mencatat populasi sapi di Indonesia tahun 2016 berjumlah 16,1 juta ekor, meningkat empat persen dibanding tahun 2015. Data Produksi daging sapi tahun 2016 sebesar 524,1 ribu ton meningkat 3,4 persen dibandingkan 2015.

Sedangkan jumlah penduduk Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik pada 2016 berjumlah 258,5 juta orang yang meningkat sebanyak 1,2 persen dari 2015 dengan tingkat konsumsi daging sapi 2,52 kilogram per kapita per tahun. Sehingga apabila dibandingkan produksi dengan konsumsi terjadi kekurangan daging sapi sebanyak 127 ribu ton yang harus didatangkan dari impor.

Untuk itu, peran swasta sangat diharapkan dalam mengatasi kekurangan. Namun kondisi usaha pembibitan belum banyak diminati investor, mengingat perputaran modal cukup lama. Karenanya Ditjen PKH mengambil alih untuk melakukan usaha pembibitan di UPT Pembibitan pada tujuh Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT).

“Kondisi tersebut apabila tidak dilakukan pembibitan maka Indonesia akan ketergantungan terhadap impor sapi dan daging sapi. Oleh karena itu, dengan dikeluarkannya Permentan Nomor 49/2016 maka para perusahaan feedloter wajib melakukan pembibitan sapi potong,” demikian Diarmita. [wah]

Click to comment
To Top