RASAIN! Bakal Lumutan Lo, Predator Anak di Bui 20 Tahun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

RASAIN! Bakal Lumutan Lo, Predator Anak di Bui 20 Tahun

Ahmad Ardi alias OM (20) telah mengakui perbuatan kejinya

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Ahmad Ardi alias OM (20) akhirnya divonis 20 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Selasa (31/1). Pelaku penculikan dan pencabulan korban berinisial OAP, balita berusia lima tahun delapan bulan itu, tampak pasrah sepanjang persidangan.

Dalam sidang sebelumnya dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), ketika diminta menuliskan dan membacakan pembelaan, OM juga pasrah. “Saya menerima (tuntutan 20 tahun penjara),” katanya.

Putusan majelis hakim, kemarin (31/1), membuat pihak keluarga korban, OAP lega. “Kami lega,” jawab Bachtiar selepas menyaksikan sidang tersebut. Terpidana tampak tenang setelah majelis hakim diketuai M Asri SH mengetok palu selepas membacakan putusan.

Dia menambahkan, keputusan hakim ketua bersama anggota Zulkifli dan Harlina Rayas sudah sesuai dengan perbuatan pelaku. Keluarga kini merasa mendapat keadilan. Sementara itu, kondisi korban OAP belum sembuh total. “Belum sehat. Bermain pun masih belum bisa. Peristiwa itu cukup sekali saja, jangan sampai menimpa anak-anak lain,” tambahnya.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa Yohanes Maroko, kliennya menerima dan tidak mengajukan banding. “Menerima, kami tidak banding, putusannya sesuai,” ungkap Yohanes.

Sebelum dan sesudah sidang dengan JPU Norma SH dan Nur Aini, dan panitera Daniel Darmaji tersebut, Yohanes, mengatakan kliennya normal dan sehat. “Kejiwaannya sehat kok, dia menerima putusan hakim dan mengakui perbuatannya,” kata Yohanes.

Sebelum sidang berlangsung, OM tampak tenang. Tatapannya kosong. Kemudian, masuk ke ruang sidang dikawal petugas. Dia menggunakan peci hitam, baju tahanan oranye, dan sandal jepit.

Pengamanan di ruang sidang dan Pengadilan Negeri Balikpapan melibatkan puluhan personel Polres Balikpapan. Mereka mengantisipasi hal-hal yang mungkin mengganggu sidang dan kemungkinan ada melukai OM.

Selepas sidang, OM diamankan dan dimasukkan dalam mobil kemudian menuju ke Rutan Kelas II B Balikpapan, yang lokasinya berseberangan dengan pengadilan.

Peristiwa pencabulan tersebut terungkap setelah Polres Balikpapan menangkap OM Rabu, 7 September 2016.  Waktu itu, dia diduga telah mencabuli korban di semak-semak kawasan, Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan.

Saat ditemukan oleh keluarga, OAP dalam kondisi pingsan. Di sekujur tubuhnya penuh darah. Dia dikabarkan mengalami luka cukup parah di bagian kemaluan. Warga segera membawanya ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan pertolongan.

Selain mencabuli, Ardi disangka pula telah menculik korban. Sebab, sebelumnya Ardi mendapati korban saat sedang tertidur bersama ibunya. Kejadian itu terjadi, kurang dari 24 jam sebelum terdakwa ditangkap. (aim/rsh/k8)

To Top